“Ada apa?”
“Apa?”Skandar balik bertanya.
“Ada apa kau kesini Skandar?”Scarlet tersenyum memberikan memperjelas pertanyaannya.
“Oh itu..Tunggu,Scarlet apa kau sakit?”Tanya Skandar memperhatikan wajah Scarlet.
“Kenapa?”
“Wajahmu pucat Scarlet”Jawab Skandar nadanya terdengar khawatir.
Scarlet menggeleng.”Aku baik-baik saja.Hanya perasaanmu mungkin.Tunggu disini aku akan mengambilkanmu minum”Scarlet segera beranjak kedapur.
“Ya mungkin karena kau baru bangun tidur”Skandar mengangguk-angguk kecil menyimpulkan sendiri.
******
Skandar membatalkan rencananya mengajak Scarlet makan malam diluar setelah melihat kondisi Scarlet yang tidak terlihat baik.Akhirnya Skandar dan Scarlet hanya menghabiskan waktunya berdua dengan berbinacang bersama. Akhir-akhir ini Skandar jarang menghabiskan waktunya bersama dengan Scarlet.
“Scarlet kenapa beberapa hari ini kau tidak ingin kuantar pulang?”Tanya Skandar.
Scarlet tertegun,ia tidak mungkin memberitahukan kegiatan terapi yang dijalaninya pada Skandar.
“Scarlet”Skandar mengulang.
“Ya…itu …karena aku ada urusan tentang perwalianku.ya karena kau taukan aku tidak ingin ayah tiriku yang menjadi waliku”Scarlet beralasan.Tentu saja urusannya jauh dari urusan perwalian.
“Bagaimana kegiatan kuliahmu?”Scarlet mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Dosen-dosenku sedang bersemangat.Mereka memberiku tumpukan tugas yang hampir sebagian harus kuserahkan minggu depan”Skandar menekuk wajahnya.
“Oh bersabarlah Mr.Keynes itu belum seberapa perjlananmu itu masih panjang”
“Kau harus melihtnya sendiri Scarlet,Kamarku hanya dipenuhi kertas tugas-tugas itu”Wajah Skandar terlihat jengkel.
“Akan kubantu ka nanti”Scarlet memberikan senyumnya.
“Memang kau mengerti dengan tugas-tugasku itu?”Tanya Skandar terdengar antusias.
“Uhm ..tidak”Scarlet menggeleng dengan polosnya.
“Bagaiman mungkin aku mengerti,kita berbeda fakultas Skandar”Tambah Scarlet.
Skandar memutar bola matanya
“Oh wajahmu menggemaskan sekali.Tenang saja aku akan membantumu dengan menyemangatimu”Ucap Scarlet tertawa.Melihat Scarlet Skandr ikut terbawa untuk tertawa bersamanya.
Skandar berhenti tertawa saat cairan merah mengalir perlahan dari hidung Scarlet.
“Scarlet,hidungmu ..dimana kotak tissue?”Tanya Skandar panic.
“Dimeja makan .Ada apa Skandar?”
Skandar bangkit dari duduknya”Hidungmu berdarah”
Scarlet menggerakan jemarinya menyentuh ujung hidungnya.Scarlet beranjak dari ruangan itu dan berlari ketoilet.
*******
Skandar menoleh kesofa tempat Scarlet duduk,gadis itu tidak ada disana.
Skandar menemukan kertas yang tergeletak didekat kumpulan botol kecil.
Skandar menghubungi kesini tadi,ia bilang akan datang keapartemenmu jam 8 malam ini.
Jangan lupa makan malam dan minum obatmu.Fikirkan kembali tentang operasi itu.
Desire
Obat?Operasi?apa ini?
Skandar mengambil salah satu botol kecil yang ada dan membaca lebel yang tertera.
Terdapat nama Scarlet dalam label tersebut.Apa yang disembunyikan Scarlet darinya?
Beribu pertanyaan memenuhi benaknya.
*****
“Darahnya sudah berhenti kau tiak perlu kha..“Ucapan Scarlet terhenti saat melihat Skandar berbdiri memegang botol obat miliknya.
Skandar menoleh kearahnya.”Sebanarnya apa yang terjadi padamu?”
Serangan bisu datang menyergap Scarlet.Ia tidak tahu harus berspekulasi apalagi.Skandar sudah melhat sendiri label obat beranamakan dirinya,
“Scarlet ,jawab aku.Apa yang terjadi padamu?”
“Ak..aku”Scarlet bahakan tidak tahu harus memberikan alasan apa.
“Kumohon katakan padaku.Apa yang terjadi padamu?”
“Maafkan-Ahh”Kepala Scarlet kembali dihujani rasa sakit yang sama.
Skandar mendekati Scarlet.Mendekap tubuh Scarlet yang hampir terjatuh.
Pandangan Scarlet buyar,ia tidak bisa merasakan apapun disekitarnya selain rasa sakit yang mendera kepalanya.Samar-samar Scarlet mendengar Skandar yang terus menyerukan namanya.Hingga akhinya suara itu menghilang,sama seperti kesadraan dirinya.
*********
Kedua mata Skandar tak lepas menatap sosok gadis yang dicintainya dari balik pintu ruang rawat.
Ia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi?Saat gadis itu tiba-tiba saja terhuyung dan kesakitan lalu jatuh tidak sadarkan diri dalam dekapannya.Yang ia tau gadis itu tidak dalam keadaan baik.
“Skandar”Suara itu taka sing baginya.Desire.
“Aku ingin berbicara denganmu.Tentang Scarlet”
Skandar mengangguk.Desire membawanya duduk di kursi yang disediakan.
Desire menarik nafasnya.Guratan kekhawatiran Nampak diwajahnya.
“Scarlet tidak pernah ingin kau mengetahui hal ini tapi menurutku ini penting untuk kau ketahui”
Desire memandang wajah Skandar.
“Katakan Desire”
“Scarlet mengidap kanker otak”
Aliran listrik serasa menyetrum tubuhnya.Seluruh syaraf ditubuhnya beku.Denyut jantung Skandar seketika itu juga seakan melemah.Beritahu ia ini hanya mimpi buruk.Mohon siapapun bangunkan dia dan beritahu ini hanya mimpi buruk sesaat.
“Skandar”Sentuhan tangan Desire menyadarkan Skandar bahawa ia ada dalam dunia nyata dan realita yang baru saja didengarnya benar-benar terjadi.
*****
Kedua mata Scarlet masih terpejam,tapi ia bisa merasakan keadaan disekitarnya.Dan yang paling dirasakannya adalah bau menyengat rumah sakit serta genggaman tangan ditanagnnya.
Scarlet membuka matanya perlahan,menyelarskan pandangannya.Dilihatnya Skandar terduduk dengan kepalanya berada disamping genggeman tangannya.
“Skand..skandar”Panggil Scarlet.Merasa terpanggil Skandar mendongakkan kepalanya.
Baru kali ini Scarlet melihat Skandar begitu kacau,rambutnya tak beraturan raut wajahnya terlihat lelah.
“Skandar.Kau menangis?”
“Kenapa kau tidak memberitahuku tentang penyakitmu?”
“Maaf-“
“Ssh..kau tidak perlu mengucapkan maaf”Skandar meletakkan telunjuknya dibibir Scarlet.
“Aku yang sehrusnya mengucapkan itu.Maaf aku baru mengetahui hal ini”Ucap Skandar.
“It’s not your fault.Youn can’t blaime yourself”Jawab Scarlet.
Scarlet memegang pipi kanan Skandar dengan tangan kanannya.
“Jangan menangis”Perlahan Scarlet menghapus sisa air mata yang nampak dengan ibu jarinya.
Skandar menggangguk.Scarlet tersenyum membalasnya.
“Aku mohon mulai sekarang kau harus terbuka padaku.Ceritakan apapun semuanya kepadaku”
Pinta Skandar.
Scarlet mengangguk pandangannya menunduk.
“Kau keberatan?”Skandar menyentuh dagu Scarlet untk melihatnya.
Scarlet menatap mata Skandar.Dorongan untuk menerima permintaan Skandarpun datang dengan sendirinya.Skandar mengecup kening Scarlet lama. Membiarkan ketenangan dirinya datang perlahan saat mengecup kening Scarlet.Seluma kecupan itu juga ia meyakinkan dirinya.Bahwa Scarlet akan tetap bersamanya.
“Apa?”Skandar balik bertanya.
“Ada apa kau kesini Skandar?”Scarlet tersenyum memberikan memperjelas pertanyaannya.
“Oh itu..Tunggu,Scarlet apa kau sakit?”Tanya Skandar memperhatikan wajah Scarlet.
“Kenapa?”
“Wajahmu pucat Scarlet”Jawab Skandar nadanya terdengar khawatir.
Scarlet menggeleng.”Aku baik-baik saja.Hanya perasaanmu mungkin.Tunggu disini aku akan mengambilkanmu minum”Scarlet segera beranjak kedapur.
“Ya mungkin karena kau baru bangun tidur”Skandar mengangguk-angguk kecil menyimpulkan sendiri.
******
Skandar membatalkan rencananya mengajak Scarlet makan malam diluar setelah melihat kondisi Scarlet yang tidak terlihat baik.Akhirnya Skandar dan Scarlet hanya menghabiskan waktunya berdua dengan berbinacang bersama. Akhir-akhir ini Skandar jarang menghabiskan waktunya bersama dengan Scarlet.
“Scarlet kenapa beberapa hari ini kau tidak ingin kuantar pulang?”Tanya Skandar.
Scarlet tertegun,ia tidak mungkin memberitahukan kegiatan terapi yang dijalaninya pada Skandar.
“Scarlet”Skandar mengulang.
“Ya…itu …karena aku ada urusan tentang perwalianku.ya karena kau taukan aku tidak ingin ayah tiriku yang menjadi waliku”Scarlet beralasan.Tentu saja urusannya jauh dari urusan perwalian.
“Bagaimana kegiatan kuliahmu?”Scarlet mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Dosen-dosenku sedang bersemangat.Mereka memberiku tumpukan tugas yang hampir sebagian harus kuserahkan minggu depan”Skandar menekuk wajahnya.
“Oh bersabarlah Mr.Keynes itu belum seberapa perjlananmu itu masih panjang”
“Kau harus melihtnya sendiri Scarlet,Kamarku hanya dipenuhi kertas tugas-tugas itu”Wajah Skandar terlihat jengkel.
“Akan kubantu ka nanti”Scarlet memberikan senyumnya.
“Memang kau mengerti dengan tugas-tugasku itu?”Tanya Skandar terdengar antusias.
“Uhm ..tidak”Scarlet menggeleng dengan polosnya.
“Bagaiman mungkin aku mengerti,kita berbeda fakultas Skandar”Tambah Scarlet.
Skandar memutar bola matanya
“Oh wajahmu menggemaskan sekali.Tenang saja aku akan membantumu dengan menyemangatimu”Ucap Scarlet tertawa.Melihat Scarlet Skandr ikut terbawa untuk tertawa bersamanya.
Skandar berhenti tertawa saat cairan merah mengalir perlahan dari hidung Scarlet.
“Scarlet,hidungmu ..dimana kotak tissue?”Tanya Skandar panic.
“Dimeja makan .Ada apa Skandar?”
Skandar bangkit dari duduknya”Hidungmu berdarah”
Scarlet menggerakan jemarinya menyentuh ujung hidungnya.Scarlet beranjak dari ruangan itu dan berlari ketoilet.
*******
Skandar menoleh kesofa tempat Scarlet duduk,gadis itu tidak ada disana.
Skandar menemukan kertas yang tergeletak didekat kumpulan botol kecil.
Skandar menghubungi kesini tadi,ia bilang akan datang keapartemenmu jam 8 malam ini.
Jangan lupa makan malam dan minum obatmu.Fikirkan kembali tentang operasi itu.
Desire
Obat?Operasi?apa ini?
Skandar mengambil salah satu botol kecil yang ada dan membaca lebel yang tertera.
Terdapat nama Scarlet dalam label tersebut.Apa yang disembunyikan Scarlet darinya?
Beribu pertanyaan memenuhi benaknya.
*****
“Darahnya sudah berhenti kau tiak perlu kha..“Ucapan Scarlet terhenti saat melihat Skandar berbdiri memegang botol obat miliknya.
Skandar menoleh kearahnya.”Sebanarnya apa yang terjadi padamu?”
Serangan bisu datang menyergap Scarlet.Ia tidak tahu harus berspekulasi apalagi.Skandar sudah melhat sendiri label obat beranamakan dirinya,
“Scarlet ,jawab aku.Apa yang terjadi padamu?”
“Ak..aku”Scarlet bahakan tidak tahu harus memberikan alasan apa.
“Kumohon katakan padaku.Apa yang terjadi padamu?”
“Maafkan-Ahh”Kepala Scarlet kembali dihujani rasa sakit yang sama.
Skandar mendekati Scarlet.Mendekap tubuh Scarlet yang hampir terjatuh.
Pandangan Scarlet buyar,ia tidak bisa merasakan apapun disekitarnya selain rasa sakit yang mendera kepalanya.Samar-samar Scarlet mendengar Skandar yang terus menyerukan namanya.Hingga akhinya suara itu menghilang,sama seperti kesadraan dirinya.
*********
Kedua mata Skandar tak lepas menatap sosok gadis yang dicintainya dari balik pintu ruang rawat.
Ia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi?Saat gadis itu tiba-tiba saja terhuyung dan kesakitan lalu jatuh tidak sadarkan diri dalam dekapannya.Yang ia tau gadis itu tidak dalam keadaan baik.
“Skandar”Suara itu taka sing baginya.Desire.
“Aku ingin berbicara denganmu.Tentang Scarlet”
Skandar mengangguk.Desire membawanya duduk di kursi yang disediakan.
Desire menarik nafasnya.Guratan kekhawatiran Nampak diwajahnya.
“Scarlet tidak pernah ingin kau mengetahui hal ini tapi menurutku ini penting untuk kau ketahui”
Desire memandang wajah Skandar.
“Katakan Desire”
“Scarlet mengidap kanker otak”
Aliran listrik serasa menyetrum tubuhnya.Seluruh syaraf ditubuhnya beku.Denyut jantung Skandar seketika itu juga seakan melemah.Beritahu ia ini hanya mimpi buruk.Mohon siapapun bangunkan dia dan beritahu ini hanya mimpi buruk sesaat.
“Skandar”Sentuhan tangan Desire menyadarkan Skandar bahawa ia ada dalam dunia nyata dan realita yang baru saja didengarnya benar-benar terjadi.
*****
Kedua mata Scarlet masih terpejam,tapi ia bisa merasakan keadaan disekitarnya.Dan yang paling dirasakannya adalah bau menyengat rumah sakit serta genggaman tangan ditanagnnya.
Scarlet membuka matanya perlahan,menyelarskan pandangannya.Dilihatnya Skandar terduduk dengan kepalanya berada disamping genggeman tangannya.
“Skand..skandar”Panggil Scarlet.Merasa terpanggil Skandar mendongakkan kepalanya.
Baru kali ini Scarlet melihat Skandar begitu kacau,rambutnya tak beraturan raut wajahnya terlihat lelah.
“Skandar.Kau menangis?”
“Kenapa kau tidak memberitahuku tentang penyakitmu?”
“Maaf-“
“Ssh..kau tidak perlu mengucapkan maaf”Skandar meletakkan telunjuknya dibibir Scarlet.
“Aku yang sehrusnya mengucapkan itu.Maaf aku baru mengetahui hal ini”Ucap Skandar.
“It’s not your fault.Youn can’t blaime yourself”Jawab Scarlet.
Scarlet memegang pipi kanan Skandar dengan tangan kanannya.
“Jangan menangis”Perlahan Scarlet menghapus sisa air mata yang nampak dengan ibu jarinya.
Skandar menggangguk.Scarlet tersenyum membalasnya.
“Aku mohon mulai sekarang kau harus terbuka padaku.Ceritakan apapun semuanya kepadaku”
Pinta Skandar.
Scarlet mengangguk pandangannya menunduk.
“Kau keberatan?”Skandar menyentuh dagu Scarlet untk melihatnya.
Scarlet menatap mata Skandar.Dorongan untuk menerima permintaan Skandarpun datang dengan sendirinya.Skandar mengecup kening Scarlet lama. Membiarkan ketenangan dirinya datang perlahan saat mengecup kening Scarlet.Seluma kecupan itu juga ia meyakinkan dirinya.Bahwa Scarlet akan tetap bersamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar