Tubuh Scarlet menegang.Semua urat syaraf ditubuhnya membeku.Apa yang baru saja didengarnya berhasil menimbulkan ketakutan dalam setiap sudut didirinya.Pernyataan Mr.Nicholas bahwa ia harus segera menjalani operasi sebelum kanker itu bersarang lebih lama diotaknya.Operasi yang akan menghapuskan setiap ingatan dalam memori diotaknya.
“Kau harus segera menentukannya Scarlet”Mr.Nicholas berucap,membuyarkan ketetkejutan Scarlet.
“Kankermu masih berada ditadium awal.Masih ada kesempatan untuk menyembuhkanmu.Lakukan operasi itu”Mr.Nicholas menatap Scarlet serius.
“Tidak dengan operasi itu Sir.Aku tidak mungkin menghapuskan memori masa laluku”Scarlet bersikeras.Demi apapun satu-satunya yang dapat membantunya mengingat keberadaan Mom dan Dad hanya apa yang tersimpan dalam memori otaknya.
“Scarlet dengarkan aku. Jika kau tidak melakukan operasi ini seumur hidupmu kau akan terus merasakan sakit yang bersarang diotakmu”Mr.Nicholas mentap Scarlet prihatin.
“Itu lebih baik dibandingkan aku harus mengahapuskan masa laluku”Tukas Scarlet yakin.
“Kau benar-benar seperti ibumu Scarlet.Ia melakukan hal yang sama untuk terus mengenang ayahmu”Mr.Nicholas menghela nafasnya memandangi Scarlet.Lelah untuk membujuk Scarlet melakukan operasi itu.
“Sir I have to go now”Scarlet berdiri,menyampirkan tasnya dan bersiap pergi.
“Fikirkan lagi keputusanmu Scarlet”Ucap Mr.Nicholas sebelum akhirnya Scarlet menghllang dari ruangannya.
*******************
Scarlet duduk terdiam dimeja makannya.
Tangannya measih menggenggam secangkir gelasnya.Memainkan jarinya memutar mengikuti lekukan cangkirnya.Fikirannya melanglang buana.
Apa yang harus ia lakukan? Mempertahankan ingatannya atau tetap mempertahankan rasa sakit yang menyerang dirinya.
Sulit,saat keadaan seperti ini Scarlet merasa hidup tidak memberikan pilihan terbaik untuknya.
“Scarlet,ada apa?”
Scarlet tersentak saat seseorang menepuk bahunya.
“Desire”Ucap Scarlet bingung.
“Aku sudah menegetuk beberapa kali pintu apartemenmu tapi tidak ada reaksi karena aku khawatir jadi aku langsung masuk kedalam”Desire menjelaskan kedatangannya.
“Oh maaf.Aku tidak mendengarnya tadi”Scarlet menyungginkan senyum kecil.
“Apa yang kau fikirkan?”Desire mengambil tempat disamping Scarlet.
“Tidak ada”Scarlet menggeleng,ia berbohong tentu saja banyak yang difikikirkannya.
“Mr.Nicholas menghubungiku.Ia memberitahuku tentang operasi itu”
Scarlet mendongak menatap Desire.Tergambar jelas raut khawatir diwajah wanita tua ini.
“Kau harus melakukan itu Scarlet”Desire menggenggam tangan Scarlet.
“Apa yang harus kulakukan?Melakukan operasi itu?Menghapus semua memori masa laluku?”Scarlet menggeleng pelan.
“Hanya sebagian Scarlet”Desire meremas jemari Scarlet.Scarlet menunduk dan melepaskan tangannya dari genggaman Desire.
“Lebih baik aku mati dibandingkan harus kehilangan sebagian memori ingatanku”Scarlet mengusap wajahnya frustasi.
“Desire aku tidak mau berdebat lebih jauh tentang ini.Aku lelah”Scarlet bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Desire.Ia kembali kekamarnya.
******
Mereka tidak tahu
Betapa beratinya ingatan ini untukku.
Setidakanya satu-satunya hal yang terindah yang kumiliki tentang orang tuaku.
Hanyalah kenangan bersama mereka.Kenangan yang sampai detik ini masih bisa kuputar ulang dalam memori otakku.
Jika aku harus melakukan sesuatu yang menyebabkan aku kehilangan memori dalam otakku aku tidak akan bisa melakukan itu.
Scarlet kembali menggoretkan catatan kecil dalam jurnal harian miliknya.
Setetes air matanya jatuh menetes kepunggung tangannya.
Ia merasa lemah saat ini.Bahkan ia tak mampu mempertahankan ketegarannya. Ia tidak mampu menahan air matanya. Dua pilihan sulit yang memperumit hidupnya.
Mempertahankan ingatannya atau Mempertahankan hidupnya.
******
Scarlet mengerjapkan matanya beberapa kali saat ia terbangun.Diliriknya jam dinding yang terpampang didinding kamarnya.Matanya mengernyit saat mendapati jam itu menunjukan pukul 07.55 PM.
Scarlet menegakkan tubuhnya dan berhasil menggeser letak jurnak harian miliknya terjatuh dari tempat tidurnya.Ia ingat setelah menulis sesuatu didalam jurnal itu ia tertidur dan baru sekarang ia terbangun.Scarlet berjalan keluar kamarnya.
Keadaan apartemennya sepi tidak ditemukan sosok Desire disini.Scarlet berjalan melewati meja makan persegi miliknya.Scarlet berhenti didekat meja makannya saat menemukan kertas putih yang ditumpuk dibawah obat-obatan miliknya.
Skandar menghubungi kesini tadi,ia bilang akan datang keapartemenmu jam 8 malam ini.
Jangan lupa makan malam dan minum obatmu.Fikirkan kembali tentang operasi itu.
Desire
Scarlet meletakkan kertas itu kembali,ia terperanjat kaget saat mendengar suara bel apartemennya.Skandar.
Scarlet meletakkan kembali kertas itu dan berlari kecil menuju pintu.Benar saja setelah ia membuka pintu itu Skandar tengah tersenyum menyapanya.
“Ha..hai.Kau datang cepat sekali”Scarlet berkata gugup.
“Cepat?”Skandar menaikan alisnya.
“Ya”
“Kau pasti baru saja bangun.Scarlet,aku terlamabat 5 menit.See?”Skandar meperlihatkan jam saku miliknya pada Scarlet.Angka panjang itu tepat berada diangka 1.
“Oh okay baiklah.Ayo masuk”Scarlet mengalihkan pembicaraan.Scarlet menarik tangan Skandar masuk kedalam apartemennya.
******
“Kau harus segera menentukannya Scarlet”Mr.Nicholas berucap,membuyarkan ketetkejutan Scarlet.
“Kankermu masih berada ditadium awal.Masih ada kesempatan untuk menyembuhkanmu.Lakukan operasi itu”Mr.Nicholas menatap Scarlet serius.
“Tidak dengan operasi itu Sir.Aku tidak mungkin menghapuskan memori masa laluku”Scarlet bersikeras.Demi apapun satu-satunya yang dapat membantunya mengingat keberadaan Mom dan Dad hanya apa yang tersimpan dalam memori otaknya.
“Scarlet dengarkan aku. Jika kau tidak melakukan operasi ini seumur hidupmu kau akan terus merasakan sakit yang bersarang diotakmu”Mr.Nicholas mentap Scarlet prihatin.
“Itu lebih baik dibandingkan aku harus mengahapuskan masa laluku”Tukas Scarlet yakin.
“Kau benar-benar seperti ibumu Scarlet.Ia melakukan hal yang sama untuk terus mengenang ayahmu”Mr.Nicholas menghela nafasnya memandangi Scarlet.Lelah untuk membujuk Scarlet melakukan operasi itu.
“Sir I have to go now”Scarlet berdiri,menyampirkan tasnya dan bersiap pergi.
“Fikirkan lagi keputusanmu Scarlet”Ucap Mr.Nicholas sebelum akhirnya Scarlet menghllang dari ruangannya.
*******************
Scarlet duduk terdiam dimeja makannya.
Tangannya measih menggenggam secangkir gelasnya.Memainkan jarinya memutar mengikuti lekukan cangkirnya.Fikirannya melanglang buana.
Apa yang harus ia lakukan? Mempertahankan ingatannya atau tetap mempertahankan rasa sakit yang menyerang dirinya.
Sulit,saat keadaan seperti ini Scarlet merasa hidup tidak memberikan pilihan terbaik untuknya.
“Scarlet,ada apa?”
Scarlet tersentak saat seseorang menepuk bahunya.
“Desire”Ucap Scarlet bingung.
“Aku sudah menegetuk beberapa kali pintu apartemenmu tapi tidak ada reaksi karena aku khawatir jadi aku langsung masuk kedalam”Desire menjelaskan kedatangannya.
“Oh maaf.Aku tidak mendengarnya tadi”Scarlet menyungginkan senyum kecil.
“Apa yang kau fikirkan?”Desire mengambil tempat disamping Scarlet.
“Tidak ada”Scarlet menggeleng,ia berbohong tentu saja banyak yang difikikirkannya.
“Mr.Nicholas menghubungiku.Ia memberitahuku tentang operasi itu”
Scarlet mendongak menatap Desire.Tergambar jelas raut khawatir diwajah wanita tua ini.
“Kau harus melakukan itu Scarlet”Desire menggenggam tangan Scarlet.
“Apa yang harus kulakukan?Melakukan operasi itu?Menghapus semua memori masa laluku?”Scarlet menggeleng pelan.
“Hanya sebagian Scarlet”Desire meremas jemari Scarlet.Scarlet menunduk dan melepaskan tangannya dari genggaman Desire.
“Lebih baik aku mati dibandingkan harus kehilangan sebagian memori ingatanku”Scarlet mengusap wajahnya frustasi.
“Desire aku tidak mau berdebat lebih jauh tentang ini.Aku lelah”Scarlet bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Desire.Ia kembali kekamarnya.
******
Mereka tidak tahu
Betapa beratinya ingatan ini untukku.
Setidakanya satu-satunya hal yang terindah yang kumiliki tentang orang tuaku.
Hanyalah kenangan bersama mereka.Kenangan yang sampai detik ini masih bisa kuputar ulang dalam memori otakku.
Jika aku harus melakukan sesuatu yang menyebabkan aku kehilangan memori dalam otakku aku tidak akan bisa melakukan itu.
Scarlet kembali menggoretkan catatan kecil dalam jurnal harian miliknya.
Setetes air matanya jatuh menetes kepunggung tangannya.
Ia merasa lemah saat ini.Bahkan ia tak mampu mempertahankan ketegarannya. Ia tidak mampu menahan air matanya. Dua pilihan sulit yang memperumit hidupnya.
Mempertahankan ingatannya atau Mempertahankan hidupnya.
******
Scarlet mengerjapkan matanya beberapa kali saat ia terbangun.Diliriknya jam dinding yang terpampang didinding kamarnya.Matanya mengernyit saat mendapati jam itu menunjukan pukul 07.55 PM.
Scarlet menegakkan tubuhnya dan berhasil menggeser letak jurnak harian miliknya terjatuh dari tempat tidurnya.Ia ingat setelah menulis sesuatu didalam jurnal itu ia tertidur dan baru sekarang ia terbangun.Scarlet berjalan keluar kamarnya.
Keadaan apartemennya sepi tidak ditemukan sosok Desire disini.Scarlet berjalan melewati meja makan persegi miliknya.Scarlet berhenti didekat meja makannya saat menemukan kertas putih yang ditumpuk dibawah obat-obatan miliknya.
Skandar menghubungi kesini tadi,ia bilang akan datang keapartemenmu jam 8 malam ini.
Jangan lupa makan malam dan minum obatmu.Fikirkan kembali tentang operasi itu.
Desire
Scarlet meletakkan kertas itu kembali,ia terperanjat kaget saat mendengar suara bel apartemennya.Skandar.
Scarlet meletakkan kembali kertas itu dan berlari kecil menuju pintu.Benar saja setelah ia membuka pintu itu Skandar tengah tersenyum menyapanya.
“Ha..hai.Kau datang cepat sekali”Scarlet berkata gugup.
“Cepat?”Skandar menaikan alisnya.
“Ya”
“Kau pasti baru saja bangun.Scarlet,aku terlamabat 5 menit.See?”Skandar meperlihatkan jam saku miliknya pada Scarlet.Angka panjang itu tepat berada diangka 1.
“Oh okay baiklah.Ayo masuk”Scarlet mengalihkan pembicaraan.Scarlet menarik tangan Skandar masuk kedalam apartemennya.
******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar