Tampilkan postingan dengan label My Journal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Journal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Februari 2014

#!!#

Aku tidak pernah berkata seperti itu pada siapa pun, aku tidak pernah membuat orang menyadari bahwa mereka tidak mengenalku. Mungkin, sesuatu terjadi dan itulah alasan aku seperti ini. Karena manusia tidak akan berubah menjadi monster tanpa sebuah alasan. Mungkin sesuatu yang terjadi di hari kemarin yang mempengaruhiku di hari ini lebih lama dari yang aku bayangkan.  

Tidak seorang pun pernah melewati banyak kesulitan seperti ini untuk menjadi teman saya, tapi itu karena saya tidak pernah menjadi seperti ini. Aku terbiasa untuk membiarkan sembarang orang masuk ke dalam hidupku dan aku merasa nyaman dengan membiarkan semua orang tahu setiap detail kehidupanku. Mungkin perubahan adalah hal yang buruk tetapi mungkin berubah adalah hal yang baik. Hanya waktu yang akan menjawab.

Aku berharap aku bisa melihat diriku dari sudut pandang orang lain, hanya untuk melihat bagaimana mengerikan aku benar-benar.

Only in fairy tales and unrealistic scenarios. Not in regular life 

Rabu, 05 Februari 2014

Buat Kalian Disana.....yang Kurindukan Kehadiranya.



 Akan ada banyak beribu bintang yang dapat kita petik dari atas sana tapi tidak akan ada satu tangga manapun yang akan bisa membantu kita meraih bintang-bintang tersebut. Kalau ada yang bisa aku lakukan untuk merubah tangga tersebut apapun akan aku lakukan. Tapi aku bukan tuhan yang mampu menembus segala perbatasan. Kalau aku bisa memutar waktu apapun akan aku berikan sebagai persembahanku untuk yang ku pinta. Tidak banyak yang aku inginkan hanya sekilas memori yang ku ingin miliki kembali. Bukan sebuah memori romantis dari kisah percintaan di masa lalu. Hanya memori akan masa kecil yang kini kurindukan kehadiranya. Bukan memori itu, tapi mereka. Mereka yang memerankan memori itu, mereka yang menuliskan cerita di dalam memori ini dan mereka juga yang mewujudkan naskah itu menjadi sebuah visual yang dapat dilihat. Aku besar dan hidup merasakan hal yang baru bersama mereka. Teringat setiap janjian di setiap malam minggu itu. Bukan, kita bukan seperti kebanyakan anak yang beranjak dewasa pada waktu itu, yang menghabiskan waktunya untuk seorang lelaki yang baru mereka kenal, dengan ckisah cinta dimasa kecil mereka. Ini adalah kita, kita yang setiap malam minggu menghabiskan waktu untuk bermain galasin, badminton, kalau aku tidak salah ada sebuah permainan, apa itu? iya, masuk kotak. Kalu harus mengingat itu semua yang aku ingat hanyalah kita yang belum mempunyai satu hal pun untuk dikhawatirkan. Kalau kita mau kita bisa berlari kemana pun tanpa harus takut akan ada yang menghalangi. Kita juga bisa tertidur di tengah lapangan di malam hari tanpa takut bahwa pagi akan segera datang. Kita juga tidak perlu takut untuk menghadapi apa yang akan datang disekolah pagi itu. Karena kita hidup untuk masa, waktu, dan detik itu. Kita tidak perlu memikirkan tempat seperti apa yang tuhan sediakan untuk kita dimasa depan nanti. Karena bukan itu waktunya, akan ada saatnya saat semua hal itu adalah menjadi prioritas untuk kita khawatirkan.

Dan inilah saatnya, saat dimana kita sudah tidak saling mengenal satu sama lain. Bukan karena kita sudah lama tidak saling bertemu, tapi karena kita memilih untuk tidak saling mengenal. Kali ini kita tidak berjalan sendiri sebagai mana dulu Tuhan menjadikan kita bahagia. Kali ini kita berjalan sendiri-sendiri dengan jalan sunyi yang tuhan berikan. Tidak, kita tidak tinggal beribu-ribu kilometer dengan jarak tempuh perjalanan yang mungkin hampir berjam-jam. Kita sebuah tetangga dengan jarak rumah yang bahkan sekolah kita pun jauh lebih jauh dibanding jarak rumah kita. Lapangan itu, tempat kita biasanya berkumpul masih sama seperti dahulu hanya saja mereka harus mengecatnya kembali karena warna-warnya yang telah memudar. Setiap rumah itupun masih sama seperti tahunan yang lalu. Rumah kami....tidak ada yang berubah dari letaknya. Tetapi entah mengapa kaki ini sekarang begitu berat untuk melangkah kepada kalian semua. Teatapi satu yang tak akan pernah hilang dari kita adalah kita satu.....tetangga. Awalnya akau ingin bilang kita satu.....satu hubungan yang diikat oleh tali persahabatan. Tetapi sekarang aku tidak lagi yakin, bagaimana aku bisa yakin kalau bahkan terkadang salah satu diantara kita berusaha untuk menalihkan pandang kita dari yang lain saat sesuatu mempertemukan kita. Bahkan hal terbaik yang ku dapat hanya sebuah senyuman kecil. Sebuah senyuman kecil yang pernah menyimpan memori tahunan yang lalu. Masih ingatkan bahwa kita akan selalu melakukan perjalanan liburan pada setiap masa liburan kita? Sahabatku, percayalah kau mungkin rela melupakanya, tetapi aku akan terus menyimpanya. Karena kalianlah yang telah menjadikan aku seperti saat ini. Kalian bagian dari hidupnya Mae. 

Selasa, 04 Februari 2014

Me and My Journal

Masih sangat jelas bayanganku akan Sabtu siang yang sangat cerah, tidak! bahkan terlalu cerah hingga dapat membakar kulit kami ber 6. Yup itu hari pertama I (Mae) pertama kali PKL atau mungkin sebagian dari kalian taunya magang atau prakerin atau apalah..we aren't fighting 'bout this shit, are we? .Seperti perjalanan sang Rama menncari Shinta nya..kali ini adalah perjalanan Mae memncari PKL nya. Tapi kali ini biarkan bagian itu jadi cerita Mae tersendiri aja, karena banyak banget rasa yang tertuang didalamnya..REALLY? DID I JUST SAID SOMETHIN' LIKE THIS? HECK, YEAH! Tapi serius di dalam pencarian nya itu sendiri banyak banget konflik yang aku hadapain along the way ,dari capek fisik yang memang nyatanya belum ada apa apanya dibanding rasa capek yang ada di sini nih..di hati. Belum juga ngerasain perbedaan pendapat diantara kelompok, yang namanya teman- teman yang 'stubborn' itu pasti selalu ada. Sakit hatinya juga ada, bukan, bukan karena ditolak sama DuDi tapi lebih karena ulah-ulah teman itu sendiri. Sampe ngadepin sekelompok orang yang memang bisa dibilang punya 'anger issue'. Yang namanya keguyur hujan di bulan Januari yang dingin sampe kering lagi dan basah lagi. Yang namanya dikasih liat sebuah harapan tapi saat di tunggu cahayanya nggak pernah muncul. Yah itu penggambaran sekilasnya, karena kalo mau aku jelasin semua disini, aku rasa akan banyak kata-kata 'inappropriate' tertuliskan tanpa aku sadari, karena memang ada banyak variasi emosi megelilingi di dalamnya.

Singkat aja, aku kelas 2 SMK jurusan Broadcast Pertelevisian. Dan memang untuk jurusan ini banyak tempat yang menawarkan dan juga memang sesuai dengan keahlian kami. Tapi harus digaris bawahi kata tapinya tadi jangan lupa, untuk masuk dan diterimanya itu tidak semudah yang anda-anda semua mungkin bayangkan..HELL A LOT OF EFFORTS. Panjang jalanya, terjal bukitnya, licin lintasnya, curam jurangnya, besar ombaknya..ya itulah rangkuman singkat dari pencaharian singkat PKL ane. Dari SCTV - Net TV. Dan akhirnya Osby Center jadi tempat pelabuhan terakhir saya. 3 kali ganti kelompok pun sudah Mae rasain. Berbagi pendapat dengat lebih kurang hampir 10 orang ....tidak,anda tidak perlu membayangkanya, biarkanlah bayang itu hanya milik Mae seorang...DID I LIGTEN' UP YOUR MOOD GUYS...WITH DA WORDS!. Jadi Osby Center itu semacam, well bukan semacam tapi memang mereka adalah sebuah PH. Kita bisa masuk kesini pun berkat campur tangan dari guru-guruku tersayang. Jadi di Osby ini ada yang namanya Pak Arie dan kebetulan Pak Arie ini pernah jadi guru tamu untuk Penulisan naskah disekolah. Karena waktu itu aku ada di kelompok yang hingga detik terakhir belum dapat tempat untuk PKL ,alhasih turun tangan lah guruku, ngga tau pasti gimana tapi yang jelas guruku nelfon si Pak Arie ini. Sampai akhirnya resmilah ane PKL di Osby Center ini.PH mereka itu kebetulan bekerja sama sama Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Osby Center ini punya kantor pusat di derah Rawamangun. Tapi karena si pemilik ini seorang caleg, kantornya ini jadi seperti tempat kampanye. Kaya kata mas Pepeng "Yang biasanya di kantor cuma ada 10 orang ini bisa ampe 100 orang" Nah jadi untuk sementara kegiatan nya di pindah ke rumah Pak Arie atau kalo lebih nyaman disebut Mas Pepeng juga ngga papa.

~ First Day, SABTU, 1 FEBRUARI 2014
Rencana awal kita bakal ketemuan sama Pak Arie di rumahnya dikawasan Puri Gading Bekasi. Saat bicara di telfon seih sebenarnya agenda hari ini mau ngomongin sagala masalah jadwal dan ketentuan and another crap lainya. Janjian jam 10 tapi Pak Arie ternyata ada urusan lain sehinga diundur jadi jam 2 siang. Dan sampai sana emang cuaca Bekasi itu beda banget sama Jakarta. Walaupun lagi musim penghujan tapi Puri Gading hari itu punya pendapat tersendiri. Dengan matahari yang terikkk (triple 'k' karena saking teriknya) kita nunggu selama lebih kurang 1 jam. Akhirnya salah satu orang pekerja konveksi dirumahnya datang ke luar dan nyuruh kita masuk. Betapa bersyukurnya kita waktu disuruh masuknya. Nggak lama datanglah Pak Arie. Niat mau perkenalan segala macam blah blah blah. Kita malah langsung dikasih belajar. Waktu itu kita belajar tentang Story Line Iklan. Kebetulan iklan nya sendiri berupa iklan layanan masyarakat untuk Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Out of nowhere munculah seorang Pak Robin, dia ini seorang Sutradara yang akan membantu kegiatan PKL kita. Pak Robin orangnya asik walaupun memang bukan tipe orang yang 'humoris' 'attractive' . Tapi nggak tau kenapa aku nyaman aja belajar sama dia, walaupun ya maklum karena hari pertama banyak banget yang namanya 'awkward moment' .Apalagi saat Pak Arie udah naya "Ada lagi yang mau ditanyakan?" dan seketika kami ber 6 langsung diem saling lirik - lirikan. TADA! dan ngga ada 1 pun yang nanya. Sore itupun kami pulang dengan PR berupa sinopsis dari 5 tema iklan yang udah dikasih dengan 2 variasi di masing-masing temanya. WHOOPS.

~MINGGU, 2 FEBRUARI 2014
Hari ini kita nggak punya PKL. Tapi kita punya DEADLINE COMING UP!. Yup Pak Arie mau kita ngumpulin karangan-karangan sinopsis itu tepat pukul jam 12 siang hari ini melalui email.

~SENIN, 3 FEBRUARI 2014
Sore ini kita udah janjian buat ketemuan, tapi bukan sama Pak Arie melainkan sama Pak Robin, karena Pak Arie sendiri sedang berhalangan hadir. Pak Robin minta ketemu jam 3'an tapi mendadak dia ada sedikit urusan jadi diundurlah hingga jam 4'an. Begitu kita datang ngga lamalah Pak Robin muncul. Dan agenda kita awalnya mau membedah naskah - naskah iklan tersebut. Tapi karena naskahnya ada di Pak Arie, jadi sore itu kita cuma ngadain pembagian jobdesk . Dan Wow ane terpilih menjadi pinpro .Let me repeat! Pinpro! ALL HELL WOULD BREAK LOSE!! Bukan nya apa hanya ane pernah punya pengalaman pahit waktu menjadi Pinpro di film pendek tugas sekolah ane. Ini adalah satu hal yang paling ane simpen dan kunci rapet rapet dalam diri ane. Masalahnya kalau Mae cerita akan ada air mata dan penyesalan seta duka tanpa adanya suka dan cita. Yah begitulah. Let it!. Dan meeting yang kurang lebih cuma 1 jam itupun selesai.

~SELASA, 4 FEBRUARI 2014