Minggu siang dihabiskan Scarlet mengunjungi Shopping street yang ada dipusat kota London.
Niatnya pagi ini ia akan membelikan hadiah untuk Skandar.
Scarlet berjelan disepanjang shopping street dengan pandangannya yang terus menyapu pertokoan yang berjajar disepanjang jalan.
Beberapa kali ia masuk kedalam butik,departmen Store atau sport shop tapi ia belum berhasil menemukan hadiah yang cocok untuk Skandar.
Scarlet terduduk ditempat duduk yang disediakan disepanjang jalan.Matanya bergantian menatap toko-toko dihadapannya.Matanya terhenti pada satu toko jam yang persis berada didepannya.Kakinya kembali melangkah ,entah apa yang menariknya untuk mengunjungi toko itu.
*****
Suara dentingan bel terdengar saat Scarlet membuka pintu kaca toko ini.
Jejeran etalase mengihiasi pandangannya.Etalase-etalase kaca yang memperlihatkan berbagai jenis arloji.Matanya menyisir satu persatu etalase mencari arloji yang menurutnya cocok untuk Skandar.
Scarlet tertarik pada jam saku berbandul bulat yang dilihatnya dietalase.
“Can I see this one?”Tanyanya menunjuk jam saku yag dimaksudnya.
Wanita itu terdiam sebentar lantas menarik nafas panjang seprti bersiap merelakan sesuatu miliknya.
“Of course”Jawab wanita tua yang ada dibalik etalase kacanya.
“Ini”Wanita tua itu meyerahkan jam saku berwarna gold kepada Scarlet.
Scarlet memperhatikan jam saku yang berada ditangannya.Terdapat ukiran disekeliling jam saku ini.
“Kau menyukai jam itu?”Tiba-tiba wanita didepan Scarlet bersuara.
“Yeah..”Scarlet tersenyum sekilas kearah wanita itu.
“Tapi ini bukan untukku”Tambah Scarlet.
“untuk siapa?”
“My ..man”Jawab Scarlet sedikit tersipu.
“Sebenarnya itu juga milik my own man”Wanita itu terseyum pandangannya jauh menerawang menatap jam itu.
“Oh kalau begitu aku pilih yang lain saja.Your man need this”Scarlet mengembalikan jam saku ini kepada wanita itu.
“No,no.He already rest in peace”Wanita itu tersenyum dan mengembalikan jam saku ini ketangan Scarlet.
“Suamiku sudah meninggal satu tahun yang lalu.Dan ini miliknya tapi aku putuskan untuk menjual jam ini karena jam ini sudah tidak ada gunanya bagiku”
“Tapi kau bisa menyimpan jam ini sebagai caramu mengenangnya”Saran Scarlet.
“Aku tidak perlu menyimpannya untuk selalu mengingat kehadirannya karena aku mengingatnya dengan hatiku”Wanita itu kembali mengulas senyumnya.
“Apa yang diingat oleh hati tak tergantikan oleh pikiran ,gadis muda”Wanita itu tersenyum penuh arti memandang Scarlet.
“You don’t need to pay this one.Just take it”Wanita memasukan jam saku itu kedalam genggaman tangan Scarlet.
“But-“Seru Scarlet terpotong.
“No but.This is gift from my man to your man”Ucap wanita itu tulus.
Scarlet tidak bisa menolak.Ia dapat melihat niat tulus kebaikan wanita tua ini,ia tidak ingin mengecewakannya dengan menolak benda penuh kenangan milik wanita ini.
“Thank you”
*****
Scarlet baru saja keluar dari toko jam itu.Tangannya menggengam plastic bag berlogo toko jam tersebut.
“Scarlet”Suara yang tak asing baginya terdengar menyerukan namanya.
Skandar?
“Hai..bagaimana bisa kau disini?”Tanya Scarlet.
“Mengantarkan kakakku berbelanja dan tugasku sudah selesai”Jawab Skandar.
“Oh ..adik yang baik”Ucap Scarlet tersenyum menggoda.
“Kau ingin mengahbiskan hari minggu ini denganku?”Tanya Skandar.
“Boleh saja.Bagaimana dengan kakakmu?”
“Dia sudah bersama temannya aku hanya mengantarnya untuk datang kesini”Jelas Skandar.
“Oh .. kalau begitu aku terima ajakanmu”
*****
Akhir pekan adalah waktu yang pas untuk mengadakan festival.
Karena diakhir pekan banyak orang memilih keluar dan menyegarkan kembali fikiran mereka dari jenuhnya rutinitas harian.
Skandar mengajak Scarlet mendatangi festival yang diadakan didekat sungai Thames.
Ini pertama kalinya Scarlet kembali menginjakan kaki dikeramaian festival.
Berbagai both menarik tersedia difestival.
Skandar dan Scarlet menghabiskan waktunya berdua mencoba setiap both yang ada.
Hampir seharian mereka difestival ini tidak terasa waktu berlalu cepat.Sekarang langit London mulai mengguratkan garis senjanya.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar