Rabu, 05 Oktober 2011

The Way You Remember Me,chapter 18



Keduanya duduk terdiam dibangku panjang yang ada dispanjang pinggiran sungai Thames.
Sungai Thames yang membelah London terlihat memukau dari tempat duduk keduanya.
Di sebrang sungai Thames berdiri menara jam Big Ben dan disampingnya terdapat gedung parlemen.
“Big Ben indah”Ucap Scarlet terus memandangi bangunan besar menara jam tersebut.
“Tentu saja menara ini ciri khas kota London”Skandar menambahkan.
Suara berdentang terdengar.
“Dengar.Itu suara dari Big Ben.Dia akan berbunyi setiap 15 menit sekali”Ucap Skandar.
“Oh iya,aku ingt itu ayah pernah memberitahuku”Wajah Scarlet kembali bersinar saat mengingat masa kecilnya.
“Scarlet,apa arti London dimatamu?”
“London?”Scarlet memandang Skandar penuh Tanya.Skandar mengangguk.
“Well,menurutku London itu kota yang mepesona.Banyak pesona yang tersimpan dikota multicultural ini”Scarlet menjelaskan pandangannya tentang London.
“Dan satu pesonanya terdapat pada gadis disebelahku”Skandar tersenyum melirik Scarlet.
Scarlet hanya tertawa kecil dan meyikut Skandar.”Kau pandai berbohong Mr.Keynes”
“I just praise you Mrs.Keynes”Skandar merangkul pinggang Scarlet.
“Well,menurutmu sendiri London itu apa?”Tanya Scarlet.
“London itu sebuah kesuksesan”Ucap Skandar memandang sungai Thames
“Kesuksesan?”Tanya Scarlet menanti jawaban.
“Saat aku masih menggunakan bus untuk pulang pergi sekolah pemandangan yang kudapat dipagi hari adalah berbagai kesibukan masyarakat dari berbagai macam strata.Dan saat perlanan pulang, aku juga melihat pemandangan yang sama tetapi yang membuatnya berbeda hanya orang-orangnya, yang mereda, mempersiapkan untuk keesokan harinya.Berbagai macam kehidupan yangkulihat.Mereka semua menjalani kehidupannya hanya untuk satu tujuan.Dan tujuannya adalah-“
“Meraih kesuksesan”Scarlet meneruskan penjelasan Skandar.Skandar tersenyum membenarkan.

*****
Suara alunan music klasik mengisi seluruh bagian restaurant ini.Beberapa pengunjung menikmati makanan yang dipesannya dalam diam tapi sebagian lainnya membubuhkan perbincangan dalam makan malam mereka.
“Itu London eyekan?”Tanya Scarlet memandang gondola besar yang  sedikit tertutupi beberapa bangunan besar lainnya.Skandar mengikuti arah pandangan Scarlet.
“Ya.Itu London eye”Skandar membenarkan.
“Terimakasih”Scarlet menerima pesanan makanan yang baru saja diantar pelayan.
“Kapan terakhir kali aku naik London eye?Uhm..”Scarlet mengingat-ingat.Lalu menyuapkan potongan pertama beef steaknya.
Gerakan tangannya terhenti saat tiba-tiba sja rasa sakit itu kembali menyerang dirinya.
Suara beradu pisau dan garpu yang ada ditangannya terdengar saat ia menjatuhkan kedua benda itu.
“Scarlet,kau baik-baik saja?”Tanya Skandar khawatir.
Scarlet memejamkan kedua matanya,berharap rasa sakit yang dirasakannya sedikit berkurang.
“Ye…ah”Scarlet mengangguk pelan dan menarik nafas.Beruntung rasa sakit itu perlahan menghilang.
“Aku hanya tersedak”Scarlet meraih cangkir didekatnya.
“Kau yakin?”Tanya Skandar serious . Scarlet tersenyum meyakinkan.
“Kau tidak ter-“
“Sudahlah Skandar,aku baik-baik saja”
“Tadinya aku ingin mengajakmu ke London eye tapi melihat kondisimu kita pulang-“
“Aku baik-baik saja.Jangan batalkan acara ke London eye”Sela Scarlet meminta.
“Kau yakin kau baik-baik saja?”Tanya Skandar lagi.
“Skandar Amin Casper Keynes I’m fine as long as I’m with you”Scarlet menggenggam tangan Skandar.

*****

“Skandar duduk disini dulu”Scarlet menahan langkah Skandar dan menariknya untuk kembali duduk didekat sungai Thames.
“Ini hampir pukul 10 . Kau bilang kau ingin naik London Eye”
“Iya tapi aku ingin menikmati sungai Thames malam hari”Sahut Scarlet.
Skandar menghela nafas”Baiklah”
“Kau keberatan?”Tanya Scarlet melihat tingkah Skandar.
“Tidak”Scarlet menyentuh puncak kepala Scarlet dan tersenyum.
Langit malam London berhiaskan bintang menciptakan nuansa damai bagi setiap orang yang melihatnya.
“Skandar”
“Iya”
“Menurutmu Mom bahagia sekarang?”Scarlet masih tetap memperhatikan langit.
“Tentu saja”Jawab Skandar.
Suara dentingan menara jam Big Ben terdengar.Keduanya membiarkan suara Big Ben mengudara.
“Skandar”
“Iya”Skandar menolehkan wajahnya ke Scarlet.
Scarlet terdiam dipandanginya pria tampan didepannya ini.Berapa lama lagi ia masih bisa meliah Skandar?
“Jika nanti aku pergi seperti Mom-“
“Apa yang kau biacarakan Scarlet”Potong Skandar.
“Ini hanya jika Skandar”Ucap Scarlet menekan kata ‘jika’.
“Okay”Ucap Skandar menerima.
“Jika aku meninggalkanmu apa kau akan terus mengingatku?”Tanya Scarlet.
“Akukan selalu mengingatmu”Ucap Skandar memandang Scarlet serious.
“Kau janji?”Tanya Scarlet.
“Aku janji”Skandar mendekatkan tubuhnya kearah Scarlet.Wajah keduanya mendekat sangat dekat.
Suara dentingan menara jam Big Ben kembali terdengar dan menghentikan keduanya.
Scarlet tertawa dan menyingkir dari Skandar.
“Skandar,ayo kau bilang ingin mengajakku ke London Eye”Ucap Scarlet melangkah mendahului Skandar.

****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar