Mata Scarlet tidak lepas dari layar macbook yang ada dipangkuannya.
Sesekali tawa menyelinginya.
“Hey,kau bahagia sekali”Skandar datang dan duduk disebelahnya.
Scarlet tidak berkomentar dan hanya memberikan senyumnya.
Skandar ikut memusatkan pandangannya ke layar.
Layar itu tengah memampangkan gambar empat orang yang terlihat seperti satu keluarga.Mereka mengambil gambar dengan pemandangan Eiffel dibelakangnya.
“Siapa mereka?”Tanya Skandar.
“Oh ini?”Scarlet menunjuk layar macbooknya.Skandar mengangguk.
“Aku perkenalkan kau dengan keluargaku”Scarlet menggeser posisi duduknya mendekati Skandar.
“Yang ini kakekku . Kau bisa memanggilnya Mr.Thompson tapi aku memanggilnya papa”Scarlet menunjuk sosok pria berumur sekitar 70 tahun.Dengan mantel berwarna coklat.
“Ini nenekku.Panggil saja Mama Thompson.Dia tidak suka seseorang memanggilnya Mrs.Thompson ia bilang itu terlalu formal”Scarlet tertawa kecil memperhatikan sosok wanita yang sebagian rambutnya memutih.
“She’s my aunt.She’s talk active anyway.Her name is Rechita”Scarlet menunjuk wanita muda berambut coklat sepertinya.
“And this one is my beloved boy,Dominic”Ucap Scarlet girang.
“Your beloved boy?”Ulang Skandar merasa tersaingi.
“Yeah”
“Oh so someone replace my place?”Tanya Skandar menaikkan satu alisnya.
“Ahaha of course no.Dia hanya kakak sepupuku Skandar”
“Haha baiklah aku tahu aku hanya bercanda”Skandar mengelus puncak kepala Scarlet.
“Lanjutkan cerita tentang keluargamu”Skandar kembali melirik layar macbook Scarlet.
“Mereka keluarga dari ayahku.Biarpun ayah sudah tidak ada,mereka tetap berhubungan denganku.Mereka tinggal di France”Scarlet menceritakan sebagian hal tentang keluarganya.
“Bagaimana dengan keluarga Mommu?”Tanya Skandar.
“Ada sebagian yang tinggal disini.Tapi aku tidak terlalu dekat dengan mereka”
“I see.”Skandar mengangguk kecil.
Scarlet memperlihatkan beberapa foto lagi kepada Skandar.Disetiap fotonya ia akan bercerita sedikit tentang keluarganya.
Hampir satu jam keduanya menghabiskan waktu bersama berbincang tentang keluarga.
“Scarlet,hari ini kau sudah mengenalkanku kepada keluargamu secara tidak langsung dan sekarang aku ingin melakukan hal yang sama kepadamu”Skandar memandang Scarlet dengan senyum yang menampakkan dirinya baru saja mendapatkan ide bagus.
“Maksudmu?”Tanya Scarlet bingung.
“Ayo”Skandar mengulurkan tangannya.
Scarlet menerimanya dan kini mereka berdua melangkah bersama menuju mobil Skandar.
*********
Mobil Silver ini sudah memasuki wilayah Highbury dan terus melaju sampai akhirnya berhenti didepan rumah besar bernuansa Royal.
“Kita sampai”Ucap Skandar.Scarlet masih terperangah memandang bangunan besar didepannya.
“Where is this?”Tanya Scarlet.
“My home”Tukas Skandar ringan.
“Your home?What is this for?”
“Introducing you to my family”
Scarlet terkesiap mendengar jawaban Scarlet.
****
Scarlet meremas jemarinya sendiri,gugup.Rencana Skandar yang begitu mendadak mengenalkan dirinya kepada keluarga Skandar berhasil membuat jantungnya berdebar lebih cepat. Apa yang harus ia lakukan? Bagaimana jika keluarga Skandar tidak menyukai dirinya? Bagiaman jika kemungkinan tidak menyenangkan lainnya akan menimpa dirinya?
“Scarlet”
“Ya..”Sahutnya terkejut.
“What are you thinking about?”Tanya Skandar memperhatikan perubahan diwajah Scarlet.
Scarlet menggeleng pelan”Nothing”.
Skandar menekan bel rumahnya.
“Skandar,what should I do?”Tanya Scarlet nadanya terdengar khawatir.
“Just be your self”Ucap Skandar menenangkan.
Pintu terbuka.Wanita muda berambt sedikit ikal menyambut dirinya dan Skandar.
“Skandar,Da-“Ucapan wanita itu terhenti saat matanya menangkap sosok Scarlet berdiri disamping Skandar.
“Soumaya ini Scarlet dan Scarlet ini kakakku Soumaya”Skandar saling menganalkan.
Scarlet memberikan senyum manisnya dan dengan ramah Soumaya membalasnya.
“Let’s come in”Soumaya mempersilahkan Scarlet masuk.
Scarlet melangkah masuk bersama Skandar.Ruang tamu yang dipenuhi lukisan menyambut Scarlet.
“Tunggu disini.Aku akan memanggilkan Mom”Skandar berbisik dan meninggalkan Scarlet bersama Soumaya diruang tamu.
“Aku sering mendengar cerita tentangmu dari Skandar”Ucap Soumaya memulai percakapan.
“Benarkah?Skandar sering bercerita tentangku?”Tanya Scarlet sedikit tidak percaya.
Soumaya mengangguk”Skandar benar kau gadis yang cantik”
Scarlet kembali mengukir senyuman diwajahnya.
“Bagaimana kejutan dari Skandar saat ulang tahunmu kemarin?”Tanya Soumaya.
“Well,he success surprised me”Scarlet tertawa kecil mengingatnya.
“Skandar berulang tahun tanggal 5 September”Ucap Soumaya sedikit mendekat keScarlet.
“Benarkah?Berarti lusa nanti?Skandar tidak memberitahuku tentang ini”
Soumaya berniat menjawab ucapan Scarlet tapi niatnya batal setelah melihat kedatangan Skandar.
“Soumaya,dimana Mom?”Tanya Skandar mendekati kakaknya.
“Oh ya Skandar aku lupa memberitahumu.Mom sedag pergi bersama Dad.Kalau aku tidak salah keseminar Dad di Ritz Hotel”Jelas Soumaya.
Skandar menatap Scarlet dengan pandangan menyesal.
“Maaf ternyta kau tidak bisa bertemu orang tuaku sekarang”Ucapnya.
“Tidak apa”Scarlet tersenyum tidak masalah.
“Oh ..aku harus pergi sekarang.Aku hampir terlambat”Soumaya berdiri dan meraih tas tangan yang tergeletak disofa lainnya.
“Kau mau kemana?”Tanya Skandar.
“Not your business Sweet boy”Soumaya mengacak rambut Skandar.
“Nice to meet you Scarlet.Bye”Soumaya mengecup kedua pipi Scarlet sebagai salam perpisahan.
“Kau sepertinya sudah akrab dengan kakakku”Ucap Skandar saat Soumaya sudah pergi.
“Yeah..kakakmu menyenangkan”Scarlet menunjukan binar senang diwajahnya. Dia senang ternyata ketakutan-ketakutan yang ada dibenakknya tadi tidak terjadi.
Sabtu sore itu dihabiskan Scarlet dikediaman keluarga Keynes. Mendengarkan cerita-cerita dari Skandar tentang keluarganya.
****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar