Rabu, 05 Oktober 2011

The Way You Remember Me,chapter 13



Mungkin ini jalan hidupku.
Mungkin ini takdir yang digariskan untukku.
Mungkin memang ini yang terbaik untukku.

Hidupku penuh dengan kejutan.
Satu kejutan terungkap dan berhasil merubah duniaku.
Maka kejutan lainnya menunggu didepan mata dan bersiap merubah kehidupanku lebih dari ini.

Jalan terbaik adalah menerima semuanya.
Menerima tanpa merubahnya.
 Life is your faith,your destiny.It’ll takes you to the best place for you

***************


Tidak ada yang Scarlet suka dari rumah sakit.
Biarpun semua ruangan tertata rapi ataupun steril meskipun semua pekerja medis didalamnya bersikap ramah.Scarlet tetap tidak menyukai rumah sakit.
Ditempat ini, sebenarnya hanya ada kegundahan,kekhawatiran ,rasa takut akan kehilangan ataupun tangis yang melingkupi bangunan besar dengan sejuta pelayanan.
Scarlet duduk diruang tunggu bersama Desire menunggu hasil medical check up yang baru saja dijalaninya.
Scarlet belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya tapi Desire,jantungnya berdegup lebih cepat kekhawatiran melandanya satu do’a yang dipanjatkannya adalah agar dugaan sementara dari Mr.Nicholas tidak benar.


*************


Tidak mudah bagi seorang dokter menyampaikan kabar yang tidak menggembirakan bagi pasiennya.
Mr.Nicholas berharap diagnosanya selama ini salah tapi ternyata hasil dari segala test yang dilakukannya menunjukan hasil positif.Tidak mudah baginya tapi memang ini yang harus dilakukannya.
“Scarlet,ini hasil dari medical check up”Mr.Nicholas memberikan satu map coklat.
“Bagaimana kau bisa memberikan hasilnya secepat ini?”Tanya Scarlet tersenyum.
“Ya,menyimpulkan diagnosa lebih singkat dibandingkan menguji diagnose tersebut”
“Well,aku tidak pernah mengerti cara kerja medis Sir”Scarlet  tertawa menerima map tersebut.
“Could I open it now?”Tanya Scarlet lagi.
“Better you do that”Jawab Mr.Nicholas.Desire memandangi Mr.Nicholas. Mr.Nicholas hanya memberikan gelengan lemahnya.
Scarlet membuka map itu tanpa sedikitpun rasa khawatir akan hasilnya,tidak ada sedikitpun rasa cemas.Dengan ringan tanggnnya menarik keluar kertas hasil tes.
Matanya meniyisir setiap kata yang tersusun baku dalam kertas berlambang rumah sakit itu.
Gerakan matanya trhenti,terpusat pada satu kalimat yang membuat otaknya berkali-kali mencerna ulang kalimat tersebut.
“Brain… cancer” lirih Scarlet.
Scarlet menatap lirih kearah Mr.Nicholas. Desire melingkarkan tangannya memeluk Scarlet. Dari balik pundak Desire,Scarlet bisa melihat wajah Mr.Nicholas yang terlihat miris.
Hati Scarlet memang teriris menerima kenyataan barunya ini tapi tidak setetespun ia tampakan bulir airmatanya.


********


Skandar menjejakan langkahnya menyusuri koridor yang akan membaanya kesatu ruangan digedung apartemen mewah itu.
Beberapa kali tangannya memijit bel dihadapannya.Tidak ada jawaban.
“Mr.Keynes”Dari belakang seseorang menyerukan namanya.
Skandar membalikan tubuhnya dan hanya mendapti Desire dengan matanya yang terlihat berair.
“Desire,are you okay?” Tanya Skandar.
“Of course no,don’t you see that I’m crying?”Desire menyeka kembali air matanya.
“I’m sorry.Would you tell me where is Scarlet?”
“I don’t know where is she. She need to be alone now”Desire berlalu meninggalkan Skandar masuk kedalam apartemen.
Skandar merogoh saku celananya.Jemarinya bermain diatas ponselnya.


********

Life …
What’s life?
No one has a solid answer answer before they feel the true meaning of life.
And now I just try to find my own answer.

Scarlet menutup kembali buku yang ada dipangkuannya.Menyenderkan tubuhnya pada batang pohon besar dibelakangnya.Matanya terpejam.Menghirup udara segar yang ada di Epping forest.
Berapa lama lagi aku bisa merasakan hal ini?
Berapa lama lagi udara seperti ini bisa dihirup olehku?
Berapa lama lagi waktu berpihak padaku?
Berapa lama lagi Tuhan berbaik hati memberikan kekuatan padaku?
Gumaman hati Scarlet buyar seketika saat merasakan ponsel disakunya bergetar.Satu pesan masuk.

Skandar:
Where are you?

Scarlet menggerakan jemarinya diatas layar ponselnya.


*********

Skandar baru saja mengeluarka mobilnya keluar dari parking valet ,mengemudikan mobilnya kearah rumahnya.Ponselnya bordering.Satu pesan masuk.

Scarlet:
Riak air danau menemaniku bersembunyi dibalik helaian daun yang berguguran.
Ditempat ini,kau mengetahui cerita cintaku.


Skandar memautkan kedua alisnya.
Danau?
Daun berguguran?
Cerita cinta?



**********



“Frosty lake”
Scarlet menoleh saat mendengar seseorang menyerukan tempat ia terduduk sekarang.
Scarlet mengulas senyumannya untuk seseorang yang baru saja berhasil menemukannya.
“Aku kira kau tidak akan berhasil menemukanku”Scarlet tertawa ringan lalu mengalihkan pandangannya menetap danau Frosty yang tenang.Sesekali daun-daun kering jatuh diatasnya.
“Dihutan ini kau menceritakan sekilas tentang cerita cintamu.Dan dimana lagi kau akan melihat riak air ditengah Epping forest jika bukan di Frosty lake”Skandar mengeluarkan senyum khasnya.
Skandar mngmbil tempat duduk disampingmu.
“Saat diapartemenmu aku bertemu Desire dan dia menangis”Skandar kembali membuka suara.
“Menangis?”Ulang Scarlet menoleh kearah Skandar.
“Ya..kau tahu apa yang terjadi padanya?”Skandar kembali bertanya.
Scarlet menggeleng pelan.Tentu saja ia tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Desire.
“Oh ya bagaimana hasil pemeriksaanmu tadi?”
Scarlet terdiam,baru saja ia lupa dengan kenyataan baru yang harus diterimanya tetapi pertanyaan Skandar berhasil membuat benaknya kembali mengingat itu semua.
“Aku malas membicarakannya.Nanti saja”Ucap Scarlet  kembali menatap danau Frosty.
Skandar bukanlah pribadi yang suka memaksakan kehendak seseorang,jadi ia akan membiarkan pertanyaannya bergantung begitu saja.
“Skandar ..”Panggil Scarlet msih belum mengalihkan pandangannya.
“Ya”
“Menurutmu apa itu hidup?”
“Hidup?Kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang itu?”Tanya Skandar merasa tidak biasa dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan Scarlet.
“Entahlah,tiba-tiba aku ingin bertanya seperti itu.Jawab saja”Pinta Scarlet.
“Well.Menurutku hidup itu pilihan”
“Apa alasanmu?”Tanya Scarlet.Bagi Scarlet ia tidak mempunyai pilihan dalam hidupnya.
“Apa yang kita dapatkan atau apa yang kita jalani sekarang itu semua berkat pilihan kita dimasa lalu.Jika kau ingin terus hidup kau harus terus memilih”
“Tapi aku sama sekali tidak punya pilihan dalam hidupku”Ucap Scarlet menyangkal pernyataan Skandar.
“Maksudmu?”Skandar melemparkan pandangangan penuh Tanya untuk Scarlet.
“Lihat jalan hidupku Skandar.Apa aku bisa memilih untuk Mom tetap ada disisiku atau tidak?Apa aku bisa memilih untuk tidak ditinggalkan pria yang kucinta?Kau sadar?Hidup sama sekali tidk memberikan pilihannya padaku”Scarlet menegaskan kalimat-kalimatnya.
Scarlet membenamkan wajahnya dilututnya.Kedua tangannya melingkar memeluk lututnya.
Rasa putus asa itu kembali datang.Ketidak adilan serasaberpihak padanya.
‘Hidup sebuah pilihan? Bahkan hidup tidak memberikanku pilihan untuk hidup lebih lama’
Batin Scarlet berucap sarkastis.
“Scarlet ..tentang Mom ataupun pria itu.Itu bukan sebuah pilihan.Itu sebuah kenyataan yang menghadirkan pilihan untukmu”Skandar menyentuh pundak Scarlet.
Scarlet mengangkat wajahnya dan memandang Skandar.
“Dengarkan aku Scarlet.Pilihan itu datang saat sesuatu terjadi pada kehidupanmu..”Skandar menjedakan kalimatnya,mentap Scarlet yang masih terlihat bingung dengan kalimatnya.
“Saat Mommu pergi.Pilihan datang untukmu.Menerimanya dan moving on atau membiarkan dirimu tetap menangisi hidupmu.Dan nyatanya kau memilih untuk menerima dan lihat sekarang kau bisa moving on”Kedua mata coklat itu perlahan membangun satu keyakinan tersendiri untuk Scarlet.
“Dengarkan aku.Saat hidup tidak berpihak padamu maka kau harus berpihak pada hidup.Ikuti arus yang ada.Life is your faith,your destiny.It’ll takes you to the best place for you”Skandar mengakhiri kalimat-kalimatnya dengan satu senyum terulas diwajahnya.
Skandar tersenetak saat tiba-tiba saja kedua lengan Scarlet sudah melingkar ditubuhnya.
Sebuah pelukan menjadi tanda terimakasih untuk Skandr yang telah menyematkan kembali sedikit asa dihidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar