Rabu, 05 Oktober 2011

The Way You Remember Me,chapter 12


Chapter : 12

Mentari mulai menampakkan sinarnya,secercah sinarnya menyelinap masuk dibalik tirai putih yang masih menutupi ruangan itu.
Matanya berkerjap-kerjap saat sebagian wajahnya tertimpa cahaya yang masuk diam-diam dan membuatnya membuka kedua matanya.
Disingkapnya selimut yang menutupi tubuhnya,menagakkan tubuhnya dan beringsut berdiri.
Gerakannya terhenti saat rasa sakit hinggap dikepalanya. Rasa sakit ini yang beberapa pekan lalu menyerangnya kembali pagi ini.
 Ia kembali terduduk diatas tempat tidurnya.Memegang sebagian kepalanya,berusaha menahan rasa sakit yang setiap detik seakan semakin menyerang kerja otaknya.Tidak ..sedikitpun rasa sakit itu tidak berkurang.
Ia menggigit bibirnya berusaha menahan suara rintihan sakitnya,satu tangannya mencengkram sprei putih.
Sesuatu terasa menghantam kepalanya,penglihatannya mulai buram,suara-suara disekitarnya beringsut menghilang.Terdengar suara ketukan pintu yang semakin lama semakin mengecil.
Semuanya menjadi gelap saat terdengar suara samar memanggil namanya.
“Scarlet”


*******

“Desire ..”
Merasa terpanggil Desire segera meninggalkan Dokter didepannya dan berlalu ke Scarlet yang kini terbaring ditempat tidur.
“What happened to me?”Tanya Scarlet menegakkan tubuhnya untuk duduk.
“You were swoomed”Jawab Desire membantu Scarlet.
“Oh yeah I remember”Scarlet mengangguk kecil mengingatnya.
“Scarlet..”Pria berkemeja itu menyentuh pundak Scarlet.Scarlet mendongak dan menyunggingkan senyumnya,ia hafal benar wajah pria ini.Pria yang menangangi ibunya.
“What do you feel now?”Tanyanya kemudian.
“Now,I’m not feel anything Sir.Nicholas”Scarlet menggeleng lemah.
“What did you felt before you fell down?”Tanya Mr.Nicholas kembali.
“I felt my head was hurt,really hurt”Jawab Scarlet mengingat kembali.
Mr.Nicholas menumpukan kedua tangannya didagu,menyipitkan pandangannya.
“Did you ever felt like that before today?”
“Yeah ..Last month. I often felt my head was hurt”
“How many times?”Tanya Mr.Nicholas membuka lembaran note book ditangannya.
“3 or 4 times”Scarlet sedikit ragu.
“Okay,Could you come to Hospital tomorrow?”
“Of course I could Sir” Scarlet memberikan senyumnya.
Mr.Nicholas menepuk pundaknya beberapa kali lalu meninggalkannya dan membawa Desire pergi keluar bersamanya.


*******


Skandar menunggu kehadiran gadis itu dipelataran parkir.Tubuhnya masih bersandar didepan kap mobilnya.Ia kembali melirik arloji ditangannya.Seharusnya kelas gadis itu sudah usai dari 30 menit yang lalu.5 menit lagi,jika gadis itu tidak datang maka ia akan menghubunginya.
1..2..3..
“Scarlet”Sapa Skandar begitu terdengar suara gadis itu.
“Kau ada dimana?”Pertanyaan itu segera terlontar saat mendengar suara gadis itu menyapanya.
“Apartemen?Kenapa kau tidak masuk hari ini?”Skandar kembali bertanya.
“Okay,aku akan ke apartemenmu sekarang”
Skandar bergegas pergi  setelah mengetahui jawaban dari ketidakhadiran gadis yang ditunggunya.


******

Scarlet masih berada ditempat tidurnya,sejak kejadian tadi pagi Desire tidak mengizinkannya pergi dari atas tempat tidur.
Suara ketukan pintu dari luar tidak membuat Scarlet berpaling dari buku yang dibacanya.
“Masuk”Ucap Scarlet.
Pintu terbuka dan Scarlet mengalihkan pandangannya kearah pintu.
“Skandar”Serunya saat mendapati Skandar mendekatinya.
“Bagaimana keadaanmu sekrang?”Tanya Skandar berdiri disamping tempat tidur Scarlet.
“Fine”Scarlet mengulas senyum diwajahnya,dari binar wajahnya Scarlet terlihat baik-baik saja.
“Tapi pagi tadi kau sempat pingsankan?”
“Ya,tapi sekarang aku baik-baik saja”Tegas Scarlet.
“Baguslah,semoga tidak ada apa-apa”Skandar mendesah lega.
“Kau berlebihan,aku hanya kelelahan tentu saja aku  tidak ada apa-apa.”Scarlet menggelengkan kepalanya menatap Skandar.
“Aku hanya khawatir”
“Ya aku tahu. Kau tahu?Desire bersikap lebih berlebihan darimu”Scarlet mengkerucutkan bibirnya.
“Berarti dia lebih khawatir dariku”Skandar merubah posisinya untuk duduk ditepi tempat tidur Scarlet.
“Aku hanya pingsan Skandar,tapi dia melarangku untuk melakukan kegiatan dihari ini.Seperti kuliah,bahkan dia tidak mengizinkanku beranjak dari tempat tidur”
“Desire sudah merawatmu sejak kecil,dia tahu yang terbaik untukmu.Lakukan saja apa yang dia ucapkan”Skandar mengacak-acak poni depan Scarlet.
“Kau ini.Seharusnya kau datang membelaku”Scarlet menggubris tangan Skandar.
“Haha kau bersikap seperti gadis kecil Scarlet”Skandar tertawa melihat tingkah Scarlet hari ini.
Scarlet hanya menaikkan sebelah alisnya membalas Skandar.
“Baiklah,kau harus kembali istirahat.Time to go home”
“Kenapa cepat sekali?”Tanya Scarlet menyayangkan.
“Kau harus kembali istirahat”
Scarlet hanya bisa menghela nafas menerima pernyataan Skandar.
Sebenarnya hari ini Scarlet sudah merasa cukup banyak beristirahat ditempat tidur.
Skandar mengucapkan selamat  tinggal dan segera berlalu dari rung pribadi Scarlet.


*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar