Rabu, 05 Oktober 2011

The Way You Remember Me,chapter 3


Skandar baru saja keluar dari kelasnya pagi ini.Berkumpul dengan beberapa temannya dihalaman besar Universitas Cambridge.
Hari ini mentari bersinar dengan bijaksana,memberikan kehangatan tanpa sengatan terik.
“Alex.Apa dikelasmu ada gadis bernama Scarlet?”Tanya Skandar kepada temannya yang mempunyai buku yang sama yang dimiliki Scarlet.
“Yeah ..aku mengenalnya.Banyak yang mengenalnnya Orang tuanya adalah dermawan dibanyak panti social di Inggris”Jelas Alex.
“Kenapa kau bertanya tentangnya?”lanjut Alex.
“Tidak,kemarin aku bertemu dengannya”Jawab Skandar.
“Oh ..itu dia.Yang sedang duduk sendiri  dibangku itu”Alex menyenggol bahu Skandar dan menggerkan kepalanya kearah jam 1.
“Aku permisi Alex”Skandar meninggalkan Alex dan beberpa teman lainnya.

******


Jika ada jalan untuk kembali akan kucari jalan itu.
Jika waktu bisa kuputar sesuka hati,ku mohon pada penguasa waktu untuk membawaku kembali kedalam waktu dimana kebahagian itu masih milikku.
Harapan itu berangsur runtuh , waktuku tak banyak.
Berikan aku kesempatan untuk membuatnya merasakan sedikit keindahan dunia sebelum ia pergi untuk selamanya.

“Scarlet”
Scarlet yang sedaritadi sibuk dengan tulisanya menghentkan kegiatannya.
“Oh ..Skandar.Hai ..kita bertemu lagi”Scarlet menutup kembali penanya dan memberikan sedikit ruang untuk Skandar.
“Apa aku mengganggumu?”Tanya Skandar.Scarlet menggeleng.
“Kelasmu sudah selesai hari ini?”Tanya Skandar lagi.
“Ya ..baru saja.Kau?”Scarlet balik bertanya.
“Dari sejam yang lalu.Kenapa kau tidak pulang?”Skandar memperhatika Scarlet yang sibuk menutup buku dipangkuannya.
“Rumah bukanlah tempat yang menyenangkan untukku”Jawab Scarlet tersenyum tipis.
“Bukankan rumah tempat kita berkumpul dengan keluarga.Keluarga adalah hal terbaik dalam hidup kita”Jelas Skandar.
“Itu karena kau mempunyai keluarga yang sempurna.Keluargaku tidak sehangat keluargamu Skandar”Scarlet mengemas tasnya.
“Kudengar keluargamu adalah keluarga yang banyak diidamkan semua orang”Skandar menatap Scarlet yang kini terdiam.
“Kadang apa yang kau dengar tidak sejalan dengan apa yang terjadi”Scarlet menyunggingkan senyumnya untuk Skandar.
“Ahh ..”Scarlet menyentuh bagian kepalanya,tiba-tiba saja kepalanya terasa tertusuk benda-benda tajam.
“Scarlet,ada apa?”Tanya Skandar terkejut dengan rintihan Scarlet secara tiba-tiba.
“Entahlah,kepalaku tiba-tiba sakit.Lebih baik aku pulang sekarang,Bye Skandar”Scarlet menyampirkan tas dilengan kanannya.
“Kau yakin kau bisa pulang sendiri?”Tanya Skandar membantu Scarlet berdiri karena Scarlet kehilangan keseimbangannya.
“Lebih baik aku mengantarmu pulang”Skandar memutuskan.

******

Mobil hitam mengkilat itu berhenti didepan gerbang besar kediaman Kenner.
“Terimakasih untuk tumpanganmu”Ucap Scarlet saat turun dari mobil Skandar telah mengantarnya.
“Jangan sungkan”Ucap Skandar kembali menutup pintu mobilnya.
“Kau tidak ingin mampir?”Tanya Scarlet.
“Tidak,beristirahatlah”Jawab Skandar menyarankan.
“Scarlet “Dari dalam rumah itu wanita bertubuh tambun melangkah cepat menghampiri Scarlet.
“Ada apa Desire?”Tanya Scarlet tenang begitu Desire berada didekatnya.
“Louise kembli tidak sadarkan diri ,sebelumnya ia kepalanya kembali sakit”Ucap Desire panic.
“Mom..kau sudah menelfon Dokter Mom?”Tanya Scarlet mulai panic.
“Dia tidak bisa datang”Jawab Desire.
“Skandar,bisakah aku meminta bantuanmu sekali lagi?”Tanya Scarlet menatap Skandar.
“Tentu saja”Jawab Skandar.
“Terimakasih.Tolong antarkan aku membawa Mom kerumah sakit”Pinta Scarlet.
Skandar mengangguk.”Terimakasih Skandar”ucap Scarlet sekali lagi.
Skandar menunggu Scarlet dan Desire yang akan membawa Louise didalam mobilnya.
Salah seorang pelayan pria membawa Luoise yang sudah tidak sadarkan diri diikuti Scarlet dan Desire dibelakang pelayan itu.Mereka masuk kedalam mobil yang dikendarai Skandar.Mobil itupun mulai melaju.

******

Scarlet terduduk lemah dibangku ruang tunggu rumah sakit.Didepan Skandar dan Desire,Scarlet menumpahkan kesedihannya melalui air matanya.
Apa yang baru saja didengar dari dokter itu benar-benar merusak harinya.
Kanker itu sudah memasuki stadium akhir kanker itu sudah merambat keseluruh tubuh wanita yang dicintainya.
“Aku tahu Mommu bisa melewati ini.Ia pasti akan kembali pulih”Skandar merangkul Scarlet.Mengusap lengannya mencoba menenangkannya.Scarlet tidak bisa membuka suaranya,ia memeluk Skandar menumpahkan air matanya dalam dekapan Skandar.
“Skandar,aku menyangi Mom.Hanya ia yang aku punya.Aku tidak ingin kehilangannya”Scarlet berkata dengan bergetar karena tangisannya.
“Kau tidak akan kehilangannya”Skandar melepaskan pelukannya dan merengkuh bahu Scarlet.
“Jika kau menyanginya dengan sepenuh hatimu maka ia tidak pernah menghilang dari hidupmu karena ia akan selalu ada dalam hatimu”Skandar memandang Scarlet.
“Skandar”Scarlet kembali memeluk Skandar.Tangisannnya mereda tapi tidak dengan kebekuan yang melanda hatinya.
Kenyataan yang dialaminya hari ini membuat hatinya membeku.Perlahan pelukan hangat Skandar mengahangatkannya,membuat beku itu sedikit memudar meskipun tidak sepenuhnya menghilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar