Rabu, 05 Oktober 2011

The Way You Remember Me,chapter 4


Cahaya kehidupan itu berpendar-pendar.
Satu tiupan maka cahaya itu akan menghilang,lenyap tak bersisa.
Apa kau mengirimkan dia sebagai malaikat yang membantuku menjaga nyala api itu?
Jika ia terimakasih untuk membuatnya hadir dalam hidupku,hidup kami.
Dia hadir disaat yang tepat.
Dia ada disaat aku membutuhkan seorang disampingku.
Dia bersedia menjadi tumpuan tangisku saat pedih itu menyelinap dihatiku.
Dia seakan kau kirimkan untuk mengembalikan senyumku,senyum kami.


******


Empat hari sudah Scarlet tidak hadir didalam kelasnya,semua dosennya sudah tahu ia Izin untuk menjaga Ibunya yang masih terbaring di rumah sakit.
Dan berita itu tidak hanya tersebar sebatas dikalangan dosen tapi beberapa mahasiswa  satu kelas dengan Scarletpun tahu kabar itu.Skandarpun mengetahui hal itu.

*****

Scarlet tertidur disamping tempat tidur Louise, menemani Louise yang masih terbaring lemah ditas tempat tidur rumah sakit.
Disampingnya ada meja kecil dipenuhi berbagai obat-obatan.
Scarlet mengerjap saat merasakan elusan lembut dikepalanya.
“Mom”Scarlet tersenyum mentap ibunya.Ia menegakan tubuhnya.
“Pukul berapa sekarang?”Tanya Louise menatap putinya.
Scarlet melirik arloji yang melingkar dilengan kirinya.
“9 pagi”Jawab Scarlet.
“Kau tidak kuliah lagi hari ini?”Tanya Louise.
Scarlet menggeleng.”Desire belum pulang,Tidak ada yang menjaga Mom jika bukan aku”
“Seharusnya kau tetap pergi kuliah,Mom bisa sendiri”Luoise meraih tangan putrinya dan mengelus punggung tangan Scarlet.
“Besok Desire kembali,aku berjanji besok aku akan kembali kuliah”Scarlet tersenyum simpul kearah ibunya.
“Baiklah,Apa Dad sudah datang kesini?”Tanya Louise.
“Rick maksud Mom?”Tanya Scarlet.Sampai kapanpun ia tidak bersedia menyebut Rick ayahnya.
Louise hanya mengangguk.
Scarlet menggeleng”Tidak,sama sekali dia tidak datang.Lagipula ia datangpun tidak akan kuizinkan untuk menemuimu”
“Kau ini,itu tidak baik Scarlet”Louise menatap Scar;et,menegaskan sorot matanya.
“Memang apa yang dilakukannya selama ini baik?”Scarlet balik bertanya.
Louise hanya bisa membungkam mulutnya.
Putrinya benar tidak dapat disangkal lagi apa yang dilakukan Rick selama ini bukanlah hal benar yang dilakukan seorang ayah pada umumnya.


******

Keesokan harinya.
Scarlet sudah bisa kembali ke Cambridge,Desire sudah kembali dari kampung halamannya.Kini ia bisa bernafas lega meninggalkan Luoise.

Scarlet menghabiskan waktunya didalam perpustakaan,Ia meminjam beberapa catatan temannya.Ia tertinggal banyak materi oleh karena itu Ia harus menyisakan lebih banyak waktunya untuk mencatat semua materi yang ia lewati.
Sudah hampir setengah jam Skandar berkutat di perpustakaan besar Cambridge,ia membutuhkan bahan-bahan untuk tugas presentasinya minggu depan.Matanya menjejaki  setiap judul buku dibagian Sejarah.Akhirnya ia temukan buku yang dicarinya.
Skandar berjalan melewati meja panjang yang biasa digunakan mahasiswa untuk mengerjakan tugas-tugasnya dipepustakaan.Didepan meja petugas perpustakaan seorang gadis yang tak asingbaginya tengah terduduk dan sibuk dengn berbgai buku yang ada dihadapan gadis itu.Skandar mengurungkan niatnya untuk menemui petugas perpustakaan.

******

“Lama tidak melihatmu”Skandar meletakkan buku yang akan dipinjamnya disamping tumpukan buku Scarlet.
 “Skandar,kau mengejutkaku”Ucap Scarlet meletakkan penanya.
“Maaf”Skandar mengulas senyumnnya.Scarlet mengangguk sambil meneruskan catatannya.
“Kelasmu sudah selesai?”Tanya Skandar.Scarlet mengangguk ia masih sibuk dengan catatannya.
“Kau?”Tanya Scarlet.
“2 kelas lagi”Jawab Skandar.Scarlet hanya mengangguk mengerti.
“Kau kemana saja 4 hari ini?”Tanya Skandar memperhatikan Scarlet.
“Aku?Menjaga Mom”Jawab Scarlet.
“Memang tidak ada yang lain.Ayahmu misalanya”Ucap Skandar hati-hati.
“Ayahku sudah meninggal Skandar.Dan kemrin untuk beberapa hari Desire pergi kempung halamannya karena Ibunya sakit.Dan aku hanya mempercayai Desire untuk menjaga Mom.Jadi selama Desire tidak ada,hanya aku yang bisamenjaga Mom”Jelas Scarlet panjang lebar masih terus terpaku dengan catatannya.
“Aku tidak mengerti,bukankah Ayahmu –“
“Kau akan mengertinya nanti”Ucap Scarlet memotong ucapan Skandar.
“Baiklah.Bagaimana keadaan ibumu?”Tanya Skandar.
Scarlet menghentikan kegiatannya,ia memandang Skandar.
“Tidak terlalu baik.Tidak jauh berbeda saat ia dibawa kerumah sakit”Scar;et menggeleng pelan.
“Bisakah aku menjenguk ibumu hari ini?”Tanya Skandar.
“Tentu saja kau bisa.Mom sangat ingin bertemu denganmu”Ucap Scarlet senang.
“Bertemu denganku?”Ulang Skandar.Scarlet mengangguk.
“Well,aku meceritakan tentangg kebaikanmu dan Mom ingin tahu siapa yang telah menyelamatkannya”Ucap Scarlet memperjelas.
“Setelah kelasku selesai siang ini aku akan menjemputmu dirumahmu dan kita akan pergi ke rumah sakit bersama,setuju?”Tanya Skandar.
“Sangat setuju”Scarlet tersenyum simpul.


******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar