Rabu, 05 Oktober 2011

The Way You Remember Me,chapter 2

Chapter : 2

Mentari seakan enggan memberikan sedikit kehangatannya pada rumahku.
Kini dalam dingin dan sepi aku meringkuk dalam pedih yang kurasa.
Tak ada kehangatan yang kuterima selama aku berada dalam istanaku sendiri.
Ditempat lain mentari bersinar dengan gagahnya tapi itu tidak cukup untuk menghangatkan jiwaku yang perlahan membeku sampai ia datang dan memberikan sedikit kehangatan layaknya teman.
Pertemuan keduaku dengannya.


******

Scarlet baru saja menuruni tangga rumahnya tapi gerakan kakinya berhenti saat melihat wanita asing tengah terduduk diatas sofa ruang keluarganya.
“Who are you?”Tanyanya memandang sinis wanita itu.
“Oh …I know.You are Scarlet”Wanita itu memandang Scarlet dari ujung kaki hingga kepala Scarlet.
“You are Rick’s Daughter.Arent you?”Tanya Wanita itu lagi.
“Bukan.Ayahku sudah meninggal”Jawab Scarlet memandang wanita itu.
“Jaga bicaramu Scarlet.Aku ayahmu”Seorang pria memasuki ruang keluarga itu.
“Kau bahkan tidak pantas untuk menjaga istrimu bagaimana bisa kau menjagaku dan menjadi ayah Rick!”Scarlet mendelik kearah Rick.
“Untuk apa aku menjaga wanita lemah semacam Louise?”Rick tertawa kecil memandang Scarlet.
“Kau bahkan tidak pantas untuk menyebutkan nama ibuku Rick”Scarlet menegaskan kata-katanya.
“Jangan pernah membawa wanita asing kedalam rumah ibuku lagi!”Scarlet merapatkan buku yang ada didekapannya.
“Rick,anakmu itu sangat tidak bersahabat dengan tamunya”Wanita asing itu berdiri dan memeluk Rick dari samping.
“Aku bukan anaknya,dan kau hanya wanita murahan yang Rick gunakan sesaat”Scarlet memandang wanita asing itu dengan pandangan mengejek.
“Scarlet sekali lagi jaga bicaramu.Emma sebaiknya kta segera pergi dari rumahku ini ”Rick merangkul Emma-Wanita asing itu- dan membawanya menjauhi Scarlet.
“Ini bukan rumahmu Rick!”Teriak Scarlet saat mereka berdua menjauh.
Scarlet melirik arlojinya,masih ada sedikit waktu untuk ia berpamitan dengan ibunya.
Scarlet mengarah kebagian kiri rumahnya yang besar itu.
“Apa mom sudah bangun?”Tanya Scarlet kepada salah seorang pelayan yang baru saja menutup pintu kamar Ibunya.
“Ia baru saja terbangun saat mendengarmu dengan Rick bertengkar”Jawab Desire yang menjabat sebagai kepala pelayan dirumah Scarlet.
“Pria itu memang menyusahkan”Scarlet mendengus kesal.
“Jangan pernah izinkan ia membawa wanita asing kedalam rumahku lagi Desire”Pinta Scarlet.
“Aku hanya kepala pelayan dirumahmu Scarlet,dan Rick adalah tuan rumah disini.Bagaimanapun ia suami ibumu.Aku tidak bisa memerintahkannya”Desire menggenggam tangan Scarlet memberikan pengertian untuk sebuah penolakan.
“Ya aku tahu.Baiklah aku harus segera menemui Mom.Terimakasih Desire karena kau menjaga Mom dengan baik”Scarlet memberikan senyum tulus untuk Desire.
“Sudah tugasku”Desire menepuk pipi Scarlet seraya membalas senyum manis Scarlet dan segera berlalu meninggalkan Scarlet yang sudah berada didalam kamar ibunya.
“Kau kembali bertengkar dengan ayahmu?”Tanya wanita cantik yang tengah terbaring ditempat tidur besarnya.
“Dia bukan ayahku Mom”Scarlet meletakkan tasnya dimeja dekat pintu masuk dan menghampiri ibunya.
“Kau harus mengakuinya sayang”Wanita itu tersenyum lemah.
“Rick tidak pantas untuk dipanggil ayah”Scarlet mengecup kening ibunya.
“Bgaimana kabarmu pagi ini?”Sacrlet membuka tirai kamar ibunya,membiarkan matahari menerobos masuk kedalam ruangan besar itu.Memeberikan sentuhan hangat untuk kedua wanita cantik didalam ruangan itu.
“Tidak ada yang berubah.Hanya bisa terbaring lemah seperti kemarin”Jawab Louise tersenyum tipis.Scarelet mengambil tempat duduk disamping tempat tidur ibunya.
“Kau adalah wanita terkuat yang pernah kukenal Mom”Scarlet mengusap punggung tangan ibunya dan tersenyum.Louise membalas pujian putrinya dengan seulas senyum simpul dari bibirnya.
“Aku harus berangkat sekarang Mom.Bye”Scarlet  berdiri dan mengecup kembali kening ibunya.
Senyum yang tergambar dari wajah cantiknya hanya ia gunakan untuk menutupi luka dihatinya.Luka yang hadir saat ayahnya membawa wanita lain kedalam rumahnya dan luka saat melihat wanita yang paling dicintainya terbaring lemah.

******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar