Rabu, 05 Oktober 2011

The Way You Remember Me,chapter 1

 About : Skandar Keynes
By : Skandar Keynes Fans In Indonesia

Gemericik hujan meriuhkan suasana.
Tapi tetesan air yang turun membuatnya terlihat menentramkan hati.
 Ada yang menarik dibalik ribuan air yang dibawa turun oleh hujan.
Hujan ,sebagaian menunggu kedtangannya.
Sebagian membenci dan …
 sebagian tidak peduli dengan anugerah yang dikirimkn tuhan.
Kutahu hujan selalu mempunyai alasan disetiap kehadirannya.
Dan mungkin salah satu alasan ribuan tetesan air itu jatuh kebumi hari ini untuk membawanya menemuiku.
Hujan, banyak arti dibalik ribuan butir air yang jatuh kebumi.

 Sepasang Mata itu terus menyisir  rangkaian kata yang ada.Tertera tanggal dipojok kanan atas.
Jurnal harian yang ada dipangkuannya menuntunnya dan membawanya kembali dihari pertama mereka bertemu.

******

Dibawah payung transparan miliknya,gadis itu menerobos jalanan yang berangsur sepi karena hujan tengah memulai pertunjukkannya dan bebrapa para pejalan kaki kota London lebih memilih menikmati pertunjukkan itu dari balik bangunan atau dibawah kanopi pinggiran jalan.
Langkah sepatunya menciptakan percikan air yang terjadi saat flat shoes miliknya bertemu dengan genangan air.
Gadis itu berjalan menepi kepinggiran jalan dimana pintu-pintu café atau bangunan lainnya menghiasi bagian kirinya.
Satu tangannya menggenggam gagang payung dan satunya lagi sibuk mencoba memasukan buku yang digenggamnya kedalam tas yang dibawanya.Buku itu hampir berhasil masuk kalau saja wanita yang ada dibelakangnnya tidak menabraknya.
Gadis itu hanya tersenyum saat menerima permintaan maaf wanita tadi.Dan ia kembali melanjutkan langkahnya kedalam café tanpa disadari buku itu tertinggal dibelakangnya.


******

Mobilnya baru saja berhenti didepan café yang mulai berdatangan pengunjung.
Dari balik kaca mobil ia menangkap beberapa kerumunan yang ada dipinggir jalan dan tidak disengaja ia melihat sesuatu terjatuh dari tangan seorang gadis saat wanita dibelkangnya menabraknya.Sedikit menyipitkan pandangannya pria yang berada didalam mobil ini mengikuti langkah gadis itu yang ternyata berujung didepan café ia memarkirkan mobilnya.Dengan segera ia keluar dari dalam mobilnya,menutupi atas kepalanya dengan kedua tangannya dan berlari kearah buku itu terjatuh.
Tepat dibawah kanopi sebuah gedung yang tidak terpakai lagi.Diambilnya buku itu dan pria itu segera meninggalkan tempat itu dan beranjak kecafe dimana pemilik gadis ini menjatuhkan buku yang ada ditangannya.


*****

Derai hujan terdengar samar-samar dari balik jendela café yang mulai padat oleh pengunjung yang rata-rata datang untuk menghindari hujan.
Disudut kanan café itu gadis itu tengah sibuk menatap layar ponselnya,tas hitam miliknya diletakkan dikursi yang ada disebelahnya begitu juga mentel putih yang ia sampirkan dibadan kursi tersebut.
“Permisi”Sesorang menyapanya,dengan ramah gadis itu membalas dengan senyum.
“Ini bukumu”Pria itu mengulurkan buku bercover coklat kayu kepada pemiliknya.
“Maaf tapi-“
“Lebih baik kau periksa tasmu”Ucap pria tadi menyela ucapan si gadis.
Gadis itu mengikuti ucapan pria tampan yang ada dihadapannya.
Dan benar saja,tidak ditemukannya buku itu didalam tasnya.
Gadis itu menoleh kearah pria yang masih berdiri dihadapannya.
“Tidak ada,ya benar itu bukuku”Ucap gadis itu tersenyum lalu mengambil bukunya.
“Terimakasih Mr.Keynes”Tambah gadis itu.
“Kau mengenaliku?”Tanya pria itu setengah tertawa.
“Of course.I’m fans of Narnia,anyway”Jawab gadis itu tertawa kecil.
“Mungkin aku bisa berterimakasih padamu dengan segelas cappuccino?”Tawar gadis itu.
“Tidak perlu.Tapi mungkin aku bisa bergabung denganmu?”Balas pria itu memberikan tawarannya.
Gadis itu tersenyum lalu mengangguk memberikan persetujuan.
“Scarlet”Gadis itu mengulurkan tangannya.
“Skandar”Jawab pria tersebut menyambut uluran tangan gadis dihadapannya.
“Temanku mempunyai buku yang sama denganmu dan ia bersekolah di Cambridge”Pria itu memulai topic baru.
“Oh yeah,aku juga disana.Dan jika aku tidak salah,kau juga di Cambridgekan?”Gadis itu meminta pembenaran.
“Begitulah”Pria itu mengangguk kecil membenarkan.

Hujan belum juga mereda,gemericiknya masih terdengar berbaur dengan celoteh lain pengunjung yang ada,tapi keriuahan itu tetap membuat dua orang yang baru saja bertemu tetap sibuk dengan pembicaraan mereka.Gurauan yang kadang terlontar menicptakan tawa dan menghangatkan suasana ditengah dingin yang menyelimuti kota London yang belum ingin beranjak.
Seperti hujan yang mengundang dingin ke kota London,ternyata hujan juga mengundang Skandar untuk menemui Scarlet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar