Home?
I lost my home when I lost you ..
Aku tidak akan bisa lebih lama berada ditempat ini,
terlebih tanpa kehadiranmu disisiku.
Dahulu aku selalu membanggakan tempat ini,
Menyerukan betapa nyamannya saat aku berada didalam tempat ini.
Menikmati kehangatan yang ada didalam tempat ini
tapi kini…
Saat semua warna dipelangiku menghilang
Ternyata semua rasa hangat dan nyaman itupun memudar
Urat syarafku sudah mati karena dingin yang kurasakan saat berada dalam tempat ini sekarang.
******
“Another summer days has come and gone away in Paris and RomeI wanna go home ..”
Untaian lirik itu berpadu dengan music yang mengalun mengisi seluruh kamar Scarlet.
Sudah berkali-kali ia memutar lagu ini.Berulang kali terdengar kata ‘Home’ dari lagu tersebut.
Ia merindukan rumahnya.Rumah lamanya.Saat ini ia memang masih berpijak dalam rumah yang sama,tapi tidak dengan suasana yang sama.
Kotak-kotak besar bertebaran dikamarnya.Dan Scarlet tengah sibuk dengan satu kotak didepannya.
Memasukkan berbagai pajangan ruangan dimeja belajar ataupun yang ada disudut kamarnya kedalam kotak itu.
Suara ketukan pintu membuat Scarlet berdiri dan meninggalkan kesibukannya dengan kotak itu.
Satu alisnya terangkat saat melihat tamu yang mengetuk kamarnya.
“Skandar”
“Yeah,aku ingin menemuimu dan Desire memnintaku untuk menemuimu sendiri kekamarmu”Jelas Skandar sbelum Scarlet bertanya lebih jauh.
“Oh baiklah,masuk.Aku sedikit sibuk jadi tidak apakan jika kita berbicara dan aku tetap melakukan pekerjaanku?”Tanya Scarlet sebelum membuka pintu kamarnya lebih lebar lagi.
“Tidak masalah”Skandar memberikan senyumnya.
Scarlet membuka pintu kamrnya membiarkan Skandar menginjakan kaki diruang pribadinya.
Scarlet kembali duduk didekat kotak tadi.Dan Skandar duduk disisi lain kotak tersebut.Sesekali mata Skandar menjelajahi setiap sudut ruangan.
“Kau benar-benar akan pindah?”Tanya Skandar mentap kotak-kotak didekatnya.
“Ya.Kau tahu dari siapa?”Jawab Scarlet menoleh sekilas kearah Skandar.
“Desire.Dia bilang kau akan pindah lusa”
“Yeah,aku membeli sebuah apartemen.Skandar bisa tolong ambilkan figura itu?”Scarlet menunjuk satu figura yang ada diatas meja dekat Skandar.
“Ini?”Tanya Skandar.Scarlet mengangguk.Skandar meraih figura itu dan melihatnya.
“Ini foto siapa?”Tanya Skandar memperhatikan foto didalam figura itu.
“Itu fotoku bersama Mom dan Dad saat ulang tahun kelimaku”Jawab Scarlet mengingat-ngat.
“Ini ayahmu?”Tanya Skandar menunjuk gabar wajah seorang pria.
“Ya.Itu ayahku.Tampan ya?”Tanya Scarlet tersenyum memandangi wajah ayahnya.
Skandar memperhatikan foto itu lagi.”Ya,pantas saja putrinya cantik “
“Kau mulai meracau Skandar”Scarlet meraih figra itu dari tangan Skandar.
“Haha aku tidak sedang meracau Scarlet”Ucap Skandar memandang Scarlet.
Scarlet mengacuhkan ucapan Skandar,ia meneruskan kegiatannya.Sekarang Scarlet melangkah kelemari tua miliknya dan meninggalkan Skandar bersama kumpulan figura foto miliknya.
“Hey,ini kamera lamaku”Seru Scarlet senang saat menggeledah lemari lamanya.
Skandar menolah sekilas dan kembali melihat figura lainnya.
Dengan kamera SLR yang kini dikalungkan dilehernya Scarlet mendekati Skandar.
“Kau suka photography?”Tanya Skandar.Scarlet mengangguk masih asyik mengutak-atik kamera lamanya.
“Dad yang mengajariku”Ucapnya lagi.Skandar tidak berkomentar lebih banyak,ia kembali melihat kumpulan foto disekitarnya.
“Dimana foto ini diambil?”Tanya Skandar menunjukkan satu figura lain.
Scarlet berhenti mengutak atik kameranya dan beralih ke figura itu dan mengingat-ingat latar tempat potret itu.Fotonya bersama kedua orang tuanya dibelakang mereka terlihat dinding berpapan kayu dan ada jendela didekat mereka.Otaknya berputar memaksa ingatannya untuk mngenang tempat dalam potret itu.Scarlet memekik senang saat berhasil mengingatnya.Scarlet tiba-tiba berdiri meraih coatnya.Skandar hanya duduk diam menatp Scaret yang tiba-tiba meninggalkannya.
“Skandar ayo ..”Scarlet meraih tangan Skandar mengajaknya bediri.
“Kemana?”Tanya Skandar bingung.
“Ikut saja”Masih dengan tangan yang menggenggam tangan Skandar Scarlet membawa Skandar keluar dari kamarnya dan menuruni tangga.
Hampir saja Scarlet menabrak Desire saat tiba ditangga terakhir.
“Maaf Desire.Aku pergi”Ucap Scarlet berlalu dari Desire yang mentapi Scarlet dan Skandar yang berlari.
“Hey,kalian mau kemana?”Tanya Desire.Skandar menoleh kearah Desire dan menggedikkan bahunya sebagai jawaban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar