Semua orang dapat melihat tetapi tidak semua dapat merasakan apa yang mereka lihat. Bukan ingin memandang hanya ingin dapat memendam. Semua kata itu terlewat maknanya sudah. Menangis pun tak akan ada yang kan menghampiri. Berjalan, mencari jalanya sendiri karena tak ada satu wajah pun yang mau menoleh. Tak maunya berteriak, karena wahai langit tak akan kudengar jawabnya dan atas bintang tak akan ku dengar pula sahutanya. Bukan, dirinya tak sendiri disini, hanya saja jiwanya.....tak ada yang ingin datang dan menyapa jiwanya. Tak ada yang mau menemaninya dan mendengarkanya. Siapa pun engkau disana harapnya adalah ilusi ingin mencari yang selama ini ia cari walau hanya berbekal sedikit bercak bayang tersembunyi yang tak akan muncul kekal abadi selamanya. Layaknya seorang penonton sebuah pantomim yang ingin tertawa namun harus ditahanya tawa itu dalam-dalam karena ia tahu gerbang kekecewaan itu menunggunya di ambang mencoba memberi tahunya perlahan tanpa ingin menyakiti jiwanya bahwa tak akan ada satu jiwa pun yang ingin membagi tawa tersebut denganya dipelukanya. Jiwanya, bukan hatinya. Raga ini tak pantas kau beri hati karena ia takkan tahu bagaimana cara mempergunakanya. Namun jiwa, setiap orang bodoh atau pembunuh berantai yang keji itu pun dalam dirinya mempunyai sebuah jiwa. Namun hati? mereka tak pantas diberikan sebuah hati karena pada akhirnya mereka sendiri yang akan membakar hati hati mereka. Bukan karena mereka semua membencimu karena siapa dirimu. Tapi mereka membencimu karena semua pelukan yang secara diam-diam kau lepas genggamanya. Karena gerbang gerbang tinggi yang kau buat untuk menhalau perkataan merka itu sehingga kau akan nampak terlihat jauh lebih tinggi disinggah sanamu. Dan karena kau memilih untuk berjalan sendiri dengan melemparkan budak budakmu yang selalu kau injak walau kau berpura untuk tidak tahu. Wahai teman kau bukan seorang jalanan yang tak tahu cara hidup berpolitik, dan kau juga bukan kaum rimba yang tak tahu hidup layaknya di kota. Jangan bodoh ...kau yang pilih jalan untuk menjadi bodoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar