Rabu, 05 Oktober 2011

The Way You Remember Me,chapter 7


Cahaya kehidupan lilin itu padam,
Nyala apinya berdansa,Ia mengirimkan kesedihan.
Asap tipis yang naik keudara,lalu membentuk lingkaran sebelum akhirnya menghilang diudara.
Nyalakan sebuah lilin dan pendanglah dansanya pelajari tentang hidup dan nafas terakhirnya.
Aku,dia dan derasnya hujan memberikan salam hangat terakhir untukmu.
Aku mencintaimu Mom.

Happy Birthday Mom.


*******



Louise masih terbaring lemah diatas tempat tidurnya,senyum tulus terukir dari wajahnya saat putri kesayangannya berdiri disampingnyanya bersama pria tampan yang akhir-akhir ini sering mengunjunginya.
“Happy birthday to you..”
Lagu itu terus mengalun mengisi ruangan,menebarkan kehangatan ditengah rintik hujan yang mulai menerpa jendela besar disamping mereka.
Cake coklat yang ada,dibawa Desire mendekati Louise yang kini tersenyum bahagia.
Saat lagu selesai,Desire sudah ada disamping Louise dengan cake manis ditangannya.
Didekatkannya cake itu kehadapan Louise.
“Make a wish Mom”Ucap Scarlet sebelum Louise meniup lilin yang ada diatas cake itu.
Louise memejamkan matanya,mulutnya terkatup rapat saat hatinya mengucapkan keinginannya.
Scarlet memandangi ibunya dengan seksama,bertanya-tanya dalam hati apa permohonan yang diminta ibunya ini.
 Louise membuka matanya lalu meniupkan lilin lilin itu tanpa satupun yang terlewat.Semuanya padam.
“Happy Birthday Mom ..”Seru Scarlet ceria,ia bahagia ibunya masih bisa bertahan sampai saat ini.
Desire meletakkan cake itu disamping meja kecil yang ada.Lalu memeluk ibunya.
Kedua tangan Louise memluk leher Scarlet.Scarlet memejamkan matanya saat tubuh ibunya sempurna didekatnya,sesaat ia menghirup harum tubuh ibunya entahlah saat itu Louise tidak ingin sedikitpun melepaskan pelukannya,dan begitu juga Scarlet.Scarlet dapat merasakan tangan ibunya yang melingkar dilehernya perlahan merenggang dan akhirnya terjatuh.
“Mom..”Ucap Scarlet saat ia menemukan Louise memjamkan kedua matanya.
“Mom ..wake up ..”Scarlet mengguncangkan tubuh ibunya.Tidak ada reaksi apapun.
Skandar yang berada didekat Scarlet mendekap Scarlet dan membawanya keluar dari ruangan itu,beberapa perawat dan dokter masuk kedalam ruangan Louise,menutup pintu ruangan itu.Membuat Scarlet menatap cemas di luar.


****************


Dua jam berlalu dan Scarlet masih tetap terduduk lemas didepan ruangan Louise.
Menyenderkan tubuhnya dalam lengan Skandar yang melingkar dibahunya.
“Skandar,menurutmu apa permohonan yang diucapkan Mom?”Tanya Scarlet mentap kosong lantai putih didepanya.
Skandar terdiam,memutar otaknya untuk mencari jawaban.
“Meminta yang terbaik untuk dirinya”Jawab Skandar memandangi wajh Scarlet.
“Bagaimana jika yang terbaik untuk dirinya adalah meninggalkanku?”Scarlet mengangkat kepalanya memandang Skandar.
Skandar tercekat,ia tidak tahu jawaban terbaik apa yang bisa diberikannya saat ini.
Suara pintu dibuka mengalihkan Scarlet dari Skandar.
“Who is Skandar?”Salah seorang perawat memanggil nama Skandar dari depan ruangan Louise.
“Ya”Skandar menyahuti panggilan itu.
“Mrs.Louise want to meet you”Ucap perawat itu.
Skandar memandang Scarlet,Scarlet menegakkan tubuhnya membiarkan Skandar masuk kedalam ruangan.Sebelum Skandar benar-benar meninggalkan Scarlet,ia kembali menatap Scarlet dan Scarlet hanya mengangguk setuju.


*******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar